Wamenkes Ungkap, Satu dari Delapan Orang Mengidap Diabetes Tanpa Sadar

Wamenkes Ungkap, Satu dari Delapan Orang Mengidap Diabetes Tanpa Sadar

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 06:30
share

Merasa tubuh sehat bukan berarti terbebas dari penyakit. Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan bahwa penyakit seperti diabetes dan hipertensi kerap berkembang tanpa gejala sehingga dijuluki sebagai silent killer.

Akibatnya, banyak orang baru mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut ketika komplikasi serius sudah muncul, mulai dari stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

"Orang hipertensi enggak tahu kalau dia hipertensi. Orang diabetes enggak tahu kalau dia itu diabetes," kata Prof. Dante dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis pada Rabu (4/8/2026).

Baca Juga : Kasus Obesitas Anak Meningkat, Dokter Ingatkan Batasan Konsumsi Gula

Prof. Dante mengungkapkan, sebuah studi di Jakarta menemukan bahwa satu dari delapan orang menderita diabetes. Ironisnya, sebagian besar dari mereka tidak menyadari kondisi tersebut.Padahal, diabetes yang tidak terdiagnosis dapat diam-diam merusak berbagai organ vital. Penyakit ini bisa mengganggu fungsi ginjal, jantung, hingga pembuluh darah tanpa menimbulkan keluhan berarti. Tak jarang, pasien baru mengetahui kondisinya ketika sudah harus menjalani cuci darah (hemodialisis) atau bahkan amputasi akibat komplikasi yang terlambat ditangani.

"Silent killer itu orang diabetes enggak tahu kalau ginjalnya mulai digerogoti, jantungnya mulai bermasalah, pembuluh darahnya mulai bermasalah. Akhirnya ketika ketahuan sudah harus hemodialisis atau amputasi," ujarnya.

Baca Juga : Hipertensi Mulai Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Selain diabetes dan hipertensi, Prof. Dante juga menyoroti meningkatnya angka obesitas di Indonesia. Menurutnya, perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk semakin mudahnya memesan makanan melalui aplikasi daring, menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan angka obesitas.

"Sekarang budaya makan enak makin mudah. Tinggal pesan lewat aplikasi. Akibatnya angka obesitas di Indonesia meningkat. Artinya, satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas," ungkapnya.Ia menambahkan, Indonesia saat ini menghadapi double burden atau beban ganda masalah gizi. Di satu sisi, kasus stunting pada anak masih menjadi tantangan. Di sisi lain, prevalensi obesitas pada orang dewasa terus meningkat.

Karena itu, Prof. Dante mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, terutama penyakit yang tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

"Jangan hanya mengandalkan gejala. Justru penyakit-penyakit yang paling berbahaya sering kali tidak bergejala. Dengan cek kesehatan gratis, faktor risikonya bisa diketahui lebih awal sehingga lebih mudah ditangani," tuturnya.

Menurut Prof. Dante, deteksi dini merupakan salah satu kunci untuk mencegah komplikasi, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Topik Menarik