Iran Ungkap Detail Proposal 14 Poin yang Diajukan ke AS, Ini Tuntutannya

Iran Ungkap Detail Proposal 14 Poin yang Diajukan ke AS, Ini Tuntutannya

Terkini | okezone | Rabu, 20 Mei 2026 - 03:05
share

JAKARTA - Iran pada Selasa (19/5/2026) mengungkapkan rincian proposal terbarunya yang diajukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Israel terhadap Teheran pada Februari.

Rincian tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, selama pertemuan dengan anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan laporan komprehensif tentang perkembangan terbaru dalam diplomasi antara Iran dan AS.

Gharibabadi menyatakan bahwa proposal Teheran menekankan "haknya untuk pengayaan uranium dan kegiatan nuklir damai," menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.

Proposal tersebut juga mencakup pengakhiran konflik di semua front, termasuk Lebanon; pencabutan blokade angkatan laut AS; pembebasan aset Iran; dan kompensasi oleh Amerika Serikat atas kerusakan yang disebabkan selama perang terbaru untuk mendukung upaya rekonstruksi.

Proposal tersebut juga menegaskan penghapusan semua sanksi sepihak dan resolusi Dewan Keamanan PBB, serta penarikan pasukan AS dari daerah-daerah di sekitar Republik Islam, katanya, sebagaimana dilansir TRT.

Pada 10 Mei, Iran menyampaikan tanggapannya terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang melalui Pakistan, tetapi Presiden Donald Trump menggambarkan proposal Iran tersebut sebagai hal yang "sama sekali tidak dapat diterima."

Media Iran pada Senin (18/5/2026) mengatakan bahwa Iran telah mengajukan proposal revisi 14 poin kepada pihak AS melalui mediator Pakistan.

Pada Sabtu (16/5/2026), Trump kembali mengancam akan meningkatkan eskalasi militer terhadap Iran, dengan mengunggah sebuah gambar di platform Truth Social miliknya yang menunjukkan kapal perang mengibarkan bendera Amerika, termasuk satu kapal yang membawa bendera Iran, bersama dengan frasa "TENANG SEBELUM BADAI."

Pada Senin malam, Trump mengumumkan bahwa ia telah menunda serangan yang direncanakan untuk Selasa terhadap Iran atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

 

Ia menambahkan dalam sebuah unggahan bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk bersiap melakukan serangan skala besar terhadap Iran, kapan saja, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai.

Setelah negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan terhenti, AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April, termasuk pelabuhan-pelabuhan yang terletak di sepanjang Selat Hormuz yang strategis.

Iran menanggapi dengan menutup selat tersebut dan mengharuskan kapal-kapal untuk berkoordinasi dengan Teheran dalam hal pelayaran di tengah kekhawatiran bahwa gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 8 April dapat runtuh jika tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Topik Menarik