Iran Peringatkan Akan Buka Front Pertempuran Baru jika Diserang AS dan Israel Lagi
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan akan membuka front pertempuran baru jika Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terbaru ke negaranya. Bukan hanya itu, Iran juga sudah mempersiapkan strategi baru dalam menghadapi AS dan Israel.
"Kami akan membuka front baru melawan mereka dengan alat dan metode baru," kata seorang juru bicara militer Iran, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Rabu (20/5/2026).
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan akan menunda serangan terhadap Iran atas permintaan beberapa negara Teluk, terutama Qatar, Arab Saud, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam pernyataan di akun Truth Social, Trump juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Dia juga memperingatkan, militer AS siap untuk melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran, kapan saja, jika tidak ada kesepakatan yang dicapai.
Pada akhir pekan lalu, Trump memperingatkan Iran, waktu terus berjalan karena pembicaraan untuk mengakhiri perang terhenti.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat kabinet keamanan pada Minggu dan Senin lalu untuk membahas kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran.
Pasukan AS dan Israel memulai serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, sementara Teheran membalas dengan menembakkan drone dan rudal ke target Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Iran juga terus mengendalikan Selat Hormuz, secara efektif menutup jalur perairan vital yang dilintasi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Sementara itu AS juga memberlakukan blokade pelabuhan untuk menekan Iran agar mau memenuhi tuntutan damai sepihak.










