Bersenjata Lengkap! Jenderal Kopassus Lucky Avianto Masuki Hutan Papua Buru KKB hingga Musnahkan Ladang Ganja
JAKARTA – Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, bersenjata lengkap masuki belantara rimba Papua memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sebelumya, Satgas TNI berhasil mengungkap dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Jenderal Kopassus ini menegaskan, segenap prajurit di bawah kendali Satgas TNI, mengambil langkah cepat dan taktis sesuai hukum, HAM dan perundang-undangan yang berlaku, dalam perang melawan narkoba, khususnya di Papua.
"Juru Bicara KKB/TPNPB-OPM, Sebby Sambom melegalkan anggotanya membudidayakan ganja di tanah Papua. Seruan dan tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kehidupan sosial dan masa depan anak-anak Papua," ujar Lucky Avianto, Kamis, (7/5/2026).
Dikatakan Lucky, pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka.
"Laporan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran rakyat adalah benteng pertama dalam upaya bersama menjaga bangsa dan republik ini," kata Lucky.
Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang pohon ganja setinggi 1,5 meter siap panen dan siap merusak masa depan anak Papua. Melangkah lebih jauh menyusuri hutan disekitar Desa Ngutok, personel Kogabwilhan III menemukan 80 batang pohon ganja lainnya.
Pasukan tidak berhenti, mereka terus melangkah lebih jauh, menembus sunyi, menapak perlahan terjalnya medan, mencari pohon-pohon ganja di antara rerimbunan rimba Papua.
"Bagi TNI, langkah ini bukan sekedar tugas namun juga perjalanan kemanusiaan dimana setiap jejak yang kami tapaki, adalah bentuk ikhtiar untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba yang perlahan mematikan harapan mereka," ujarnya.
Hasilnya, ladang kedua berhasil diungkap di belantara hutan sekitar Desa Esipding, Distrik Serambakon. Sebanyak 81 batang pohon ganja setinggi 2 meter ditemukan personel TNI, sebagai bukti nyata bahwa ancaman ini terorganisir dan tidak bisa dianggap remeh.
Satgas TNI juga mengamankan tersangka berinisial LU dan CU, yang kemudian dibawa bersama 216 batang pohon ganja sebagai barang bukti ke polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan.
"Saya yakin temuan ini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar, mengingat ada indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja serupa hasil budidaya ‘warga binaan’ atau ditanam sendiri oleh anggota KKB/OPM, banyak tersebar di pedalaman Papua," ujarnya.
"Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba ditanah kelahirannya, OPM justru menanam racun di tanah yang sama. Saya tegaskan Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,"lanjut Lucky.
Papua, kata dia adalah tanah harapan. Di sanalah anak-anak tumbuh dengan tawa, dengan mimpi sederhana, sekolah, bermain, dan menjadi kebanggaan keluarga. Oleh karena itu, jangan biarkan narkoba meluluhlantakkan harapan, impian dan cita-cita anak-anak Papua.
Lucky mengatakan, anak-anak yang terjerumus bukan hanya kehilangan masa depan, tetapi juga kehilangan jati diri. Mereka menjauh dari pendidikan, dari keluarga, dari nilai-nilai luhur budaya Papua yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakatnya.
Oleh karena itu, menjaga generasi muda Papua bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai manusia. Tidak boleh dibiarkan apalagi ada pembiaran narkoba KKB/TPNPB-OPM dapat tumbuh subur diufuk timur Indonesia.
"Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi bukan hanya oleh TNI, namun perang badar melawan narkoba harus melibatkan segenap elemen dan eksponen bangsa di Bumi Cendrawasih ini," ujarnya.
Dia menegaskan, Prajurit TNI berdiri bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai garda terdepan perang melawan narkoba yang dapat merenggut hidup dan kehidupan serta masa depan anak-anak di ufuk timur Indonesia.
"Dari pedalaman Papua, pesan dan suara lantang kami dalam perang badar melawan narkoba, bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa TNI bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat," tutup Lucky.
Sekadar diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara.
Dalam poin ke-7 Asta Cita, Presiden menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dapat merusak generasi penerus bangsa.










