Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Prabowo Tiba di Filipina Dijemput Maung MV3

Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Prabowo Tiba di Filipina Dijemput Maung MV3

Nasional | okezone | Kamis, 7 Mei 2026 - 16:55
share

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Kota Cebu, Filipina untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN pada Kamis 7 Mei 2026 siang waktu setempat. Presiden Prabowo dijemput menggunakan Maung MV3.

“Presiden Prabowo Subianto tiba di Kota Cebu, Filipina pada Kamis siang, 7 Mei 2026, dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (7/5/2026).

Seskab Teddy menjelaskan, saat mendarat di Filipina, Presiden Prabowo dijemput menggunakan Maung MV3 buatan Indonesia. Selama berada di Filipina, Presiden akan menggunakan kendaraan tersebut.

“Untuk pertama kalinya, saat mendarat di luar negeri, Presiden Prabowo dijemput dengan mobil Maung, kendaraan kebanggaan bangsa Indonesia, hasil pengembangan industri pertahanan nasional,” ujarnya.

“Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini,” sambungnya.

Teddy menjelaskan, Maung telah dikembangkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan. Saat ini, produksinya di PT Pindad telah mencapai lebih dari 3.200 unit dan digunakan dalam berbagai operasi serta kebutuhan dalam negeri.
Teddy menegaskan, penggunaan Maung di forum internasional merupakan simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, serta kemajuan industri nasional Indonesia.

“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi simbol diplomasi dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” jelasnya.

Diketahui, KTT ke-48 ASEAN, termasuk pertemuan BIMP-EAGA Summit, menjadi forum strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan ASEAN. Prabowo dijadwalkan membahas penguatan kerja sama antarnegara ASEAN, termasuk upaya menghadapi dinamika global yang berkembang saat ini.

Sejumlah isu yang akan dibahas mencakup perkembangan global yang berdampak pada kawasan, termasuk upaya menjaga ketahanan energi serta memperkuat koordinasi dalam merespons dinamika geopolitik.

Pertemuan para pemimpin ASEAN juga diharapkan memperkuat soliditas kawasan dalam menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kerja sama strategis di berbagai sektor.

Topik Menarik