Kunjungi Yonif TP 930/Toda Tebi, Pesan Menhan: Bantu Warga Atasi Kesulitan
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 930/Toda Tebi di Katikutama, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 16 Oktober 2026. Dalam kunjungannya, Sjafrie meminta prajurit TNI membantu masyarakat atasi kesulitan.
Kunjungan kerja tersebut diawali dengan pertemuan bersama Asisten Daerah II Kabupaten Sumba Tengah Lukas Wolu dan jajaran pemerintah daerah setempat. Sjafrie kemudian menerima paparan dari Komandan Yonif TP 930/Toda Tebi mengenai kondisi kesatrian dan kesiapan operasional prajurit. Setelah itu, ia meninjau pangkalan dan asrama serta memberikan pengarahan langsung kepada ratusan prajurit.
Sjafrie mengapresiasi kesiapsiagaan dan semangat para prajurit muda Yonif TP 930/Toda Tebi. Batalyon tersebut mencatat sejarah sebagai satuan TNI Angkatan Darat pertama yang ditempatkan secara permanen di Kabupaten Sumba Tengah.
Baca juga: Tinjau Yonif TP 833/Bumi Daranante, Menhan: Jaga Martabat Bangsa dan Bantu Rakyat
“Kunjungan ini adalah bentuk penghormatan dan dukungan negara kepada kalian, prajurit-prajurit muda yang mendapat kehormatan bertugas pertama kali di Sumba Tengah. Pangkalan dan tempat pengabdian ini diberikan oleh rakyat melalui negara. Tugas kalian adalah membuktikan pengabdian terbaik untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI!” tegas Sjafrie dikutip Sabtu (17/10/2026).Sjafrie juga menekankan pentingnya semangat persatuan dan jiwa korsa sebagai identitas prajurit TNI, terutama dalam menjaga keutuhan bangsa di wilayah kepulauan. Sjafrie mengingatkan seluruh prajurit agar mengutamakan persatuan di tengah keberagaman suku dan latar belakang.
Lihat video: Menhan Sjafrie Kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora
“Kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika! Di dalam batalyon ini tidak ada lagi suku-suku, semua menyatu menjadi satu kesatuan Tentara Nasional Indonesia. Pegang teguh slogan Batalyon ‘Setia, Tangguh, Wibawa’. Jangan hanya diucapkan di mulut, tapi buktikan dengan keandalan menembak, beladiri, patroli, serta kesiapan menjalankan fungsi teritorial pembangunan!” pesannya.Sjafrie menjelaskan, Yonif TP memiliki tugas ganda, mulai dari fungsi tempur hingga mendukung pembangunan wilayah. Untuk menjalankan tugas tersebut, satuan ini memiliki kompi fungsional yang mencakup bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. Dukungan peralatan modern diharapkan dapat memperkuat kemampuan prajurit dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Sjafrie mengingatkan prajurit agar senantiasa menjadikan rakyat sebagai dasar pengabdian serta berpegang teguh pada nilai-nilai keprajuritan.
“Rakyat adalah orang tua kalian yang telah menyerahkan kalian kepada negara. Seluruh pakaian, perlengkapan, dan pangkalanmu berasal dari rakyat. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jaga disiplin, patuhi komando pimpinan, dan buat masyarakat di sekelilingmu merasa aman serta nyaman atas kehadiran Batalyon ini,” ucapnya.









