BNPB Ungkap Sebaran Karhutla di Indonesia, Kalimantan Tengah Paling Luas

BNPB Ungkap Sebaran Karhutla di Indonesia, Kalimantan Tengah Paling Luas

Terkini | inews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:30
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 3.392 hektare masih dalam penanganan di Kalimantan hingga 25 Oktober 2026. Sementara itu, luas karhutla di Sumatera mencapai 990 hektare, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah terdampak paling luas.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

"Untuk di Kalimantan seperti biasa kami sampaikan bahwa per hari kemarin, yaitu tanggal 25 Oktober 2026 kami mendapati mendapatkan laporan kira-kira 3.392 hektare lahan masih dalam penanganan," ujarnya dalam konferensi pers daring, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan laporan BNPB, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni 2.456 hektare. Sementara itu, kebakaran di Kalimantan Barat tercatat mencapai 880 hektare.

BNPB secara khusus menyoroti wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara di Kalimantan Barat, selain Kalimantan Tengah yang masih menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran.

"Sehingga perhatian kita tentu di Kalimantan Tengah terutama, Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Ketapang maupun Kayong Utara," tuturnya.

Sementara itu, di Pulau Sumatera, BNPB mencatat total luas karhutla mencapai 990 hektare. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung, termasuk kawasan Taman Nasional Way Kambas.

"Kita peroleh di sini bahwa ada di Sumatera saat ini ada 990 hektare yang kami catat," kata Berton.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar di Sumatera, yakni 889 hektare. Adapun luas kebakaran di Jambi mencapai 89 hektare dan Lampung 12 hektare.

Di sisi lain, BNPB menyatakan tidak lagi melakukan operasional penanganan karhutla di Provinsi Riau. Keputusan tersebut diambil setelah curah hujan alami di wilayah tersebut meningkat dan membantu memadamkan sejumlah titik kebakaran.

"Kami perlu menyampaikan bahwa perhatian kami terhadap Riau saat ini sudah beralihkan atau tidak lagi karena memang curah hujan alami di sana sudah relatif banyak dan sudah memadamkan banyak lahan-lahan yang kebakaran," ucapnya.

BNPB tetap memusatkan perhatian pada wilayah yang masih membutuhkan penanganan, terutama Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan sejumlah daerah di Sumatera. Pemantauan dan penanganan dilakukan sesuai perkembangan kondisi kebakaran di masing-masing wilayah.

Topik Menarik