BEI Coret 80 Saham HSC dari Perhitungan IHSG, Ada BYAN hingga DSSA

BEI Coret 80 Saham HSC dari Perhitungan IHSG, Ada BYAN hingga DSSA

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 22:30
share

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham dengan kepemilikan terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kredibilitas indeks agar lebih mencerminkan pergerakan pasar saham Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, saham-saham yang masuk kategori HSC saat ini memiliki bobot sekitar 18 persen dalam perhitungan IHSG. Meski demikian, BEI memastikan kebijakan tersebut tidak akan menyebabkan lonjakan maupun koreksi indeks pada hari pertama penerapannya.

"Kami sudah melakukan backtest, dengan pengeluaran saham-saham HSC, tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (26/10/2026).

Jeffrey menjelaskan, pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG dilakukan karena konsentrasi kepemilikan berpotensi memicu fluktuasi indeks yang tidak mencerminkan kondisi pasar secara wajar. Melalui kebijakan ini, BEI ingin membuat IHSG lebih kredibel sebagai acuan bagi investor dalam memantau pergerakan pasar.

Inisiatif yang dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut juga sejalan dengan perluasan keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen. BEI akan memberikan penanda apabila pemegang saham dengan kepemilikan di atas ambang tersebut terafiliasi dengan emiten yang sahamnya dimiliki.

"Ke depan saham HSC itu akan dikeluarkan dalam perhitungan IHSG. Tetap diperdagangkan, tapi harganya tidak pengaruhi IHSG," ucapnya.

Dengan demikian, saham-saham yang masuk kategori HSC tetap dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Namun, pergerakan harganya tidak lagi diperhitungkan dalam penghitungan IHSG mulai tanggal penerapan kebijakan tersebut.

Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG:

Berikut daftar saham yang disebut masuk kategori HSC dan akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026:

1. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
5. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
6. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
7. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
8. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
9. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
10. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
11. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
12. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
13. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
14. PT Siantar Top Tbk (STTP)
15. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
16. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
17. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
18. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
19. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
20. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
21. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
22. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
23. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
24. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
25. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
26. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
27. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
28. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
29. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
30. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
31. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
32. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
33. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
34. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
35. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
36. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
37. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
38. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
39. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
40. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
41. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
42. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
43. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
44. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
45. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
46. PT Golden Flower Tbk (POLU)
47. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
48. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
49. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
50. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
51. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
52. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
53. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
54. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
55. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
56. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
57. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
58. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
59. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
60. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
61. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
62. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
63. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
64. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
65. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
66. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
67. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
68. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
69. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
70. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
71. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
72. PT Temas Tbk (TMAS)
73. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
74. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
75. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
76. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
77. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
78. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
79. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
80. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)

Topik Menarik