Konser Kanye West di Jakarta Datangkan 25.400 WNA, Imigrasi Catat Lonjakan Kedatangan

Konser Kanye West di Jakarta Datangkan 25.400 WNA, Imigrasi Catat Lonjakan Kedatangan

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 23:14
share

JAKARTA, iNews.id - Konser rapper Amerika Serikat Ye atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, memicu lonjakan kedatangan warga negara asing (WNA). Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat jumlah pelintas asing mencapai 10.000 orang pada 23 Oktober 2026, sehari sebelum konser digelar.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, peningkatan kedatangan WNA mulai terlihat sejak tiga hari sebelum konser yang berlangsung pada Sabtu 24 Oktober 2026. Berdasarkan data yang disampaikan Imigrasi, jumlah kedatangan meningkat bertahap sejak 21 Oktober.

"Kami mencatat tren lonjakan pelintas asing, terutama di H-3 konser. Lonjakan kedatangan WNA tercatat sebanyak 1.000 orang pada 21 Oktober, 4.700 orang pada 22 Oktober, dan mencapai puncaknya pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari," kata Hendarsam dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Pada hari pelaksanaan konser, jumlah pelintas mancanegara juga masih tinggi, yakni mencapai 9.700 orang. Dengan demikian, berdasarkan angka yang disampaikan Imigrasi, total kedatangan selama 21-24 Oktober mencapai 25.400 orang.

Penampilan Ye di Jakarta menjadi satu-satunya titik singgah dalam rangkaian turnya di kawasan Asia Tenggara dan Oseania tahun ini. Kondisi tersebut mendorong penggemar dari berbagai negara datang langsung ke ibu kota untuk menyaksikan konser.

Lonjakan kedatangan WNA turut menjadi peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta. Para penggemar mancanegara menggunakan berbagai layanan selama berada di Indonesia, mulai dari transportasi dan akomodasi hingga kuliner serta pusat perbelanjaan.

Hendarsam mengatakan, konser musisi internasional dapat memberikan dampak ekonomi yang meluas, tidak hanya bagi penyelenggara acara, tetapi juga bagi pelaku usaha di sekitar lokasi dan sektor pendukung lainnya.

"Ketika musisi dunia tampil di Indonesia, yang datang bukan hanya artis dan kru, tetapi juga penggemar dari berbagai negara. Mereka menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, hingga berbelanja. Artinya, ada banyak sektor ekonomi yang ikut bergerak," ujarnya.

Imigrasi juga menerbitkan 88 visa sport and performer untuk Ye beserta rombongan kru resminya. Sementara itu, data Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) disebut menunjukkan peningkatan okupansi hotel di sekitar Jakarta selama periode konser.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di bandara, Direktorat Jenderal Imigrasi mengoptimalkan fasilitas autogate bagi pelintas yang memenuhi persyaratan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memperlancar pemeriksaan keimigrasian di tengah meningkatnya arus kedatangan.

Pengawasan juga dilakukan langsung di kawasan GBK. Petugas Imigrasi disiagakan untuk memantau kesesuaian izin tinggal WNA serta mencegah potensi pelanggaran keimigrasian dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Hendarsam menilai tingginya kedatangan penonton asing menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Jakarta sebagai destinasi music tourism atau wisata musik berskala internasional.

"Jakarta telah menunjukkan potensinya sebagai panggung konser musik dunia. Kami ingin semakin banyak kegiatan internasional hadir di Indonesia dan membawa manfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Topik Menarik