Sebelum Meninggal Dunia, TikToker Sydney Towle Berjuang Melawan Kanker Langka

Sebelum Meninggal Dunia, TikToker Sydney Towle Berjuang Melawan Kanker Langka

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 12:07
share

JAKARTA, iNews.id - Kepergian TikToker Sydney Towle di usia 26 tahun meninggalkan duka mendalam bagi jutaan pengikutnya. Selama hampir tiga tahun terakhir, kreator konten asal Amerika Serikat itu dikenal karena keberaniannya membagikan perjuangan melawan kanker saluran empedu langka yang menggerogoti tubuhnya.

Sydney Towle meninggal dunia pada 5 Agustus 2026 setelah menjalani perawatan paliatif atau hospice. Kabar duka tersebut diumumkan keluarga melalui akun media sosial miliknya sehari kemudian.

Dalam unggahan itu, keluarga mengenang Sydney sebagai pribadi yang selalu menghadirkan semangat bagi orang-orang di sekelilingnya.

“Seorang putri, saudara perempuan, dan sahabat yang membawa cahaya bagi banyak orang,” tulis keluarga dalam pesan tersebut, dikutip Jumat (7/8/2026).

Tiktoker Sydney Towle meninggal dunia. (Foto: Instagram)

Perjalanan Sydney melawan penyakit bermula pada 2023 ketika dirinya baru berusia 23 tahun. Saat itu, dokter mendiagnosisnya mengidap intrahepatic cholangiocarcinoma, yaitu kanker yang tumbuh pada saluran empedu di dalam hati. Penyakit ini tergolong sangat langka dan umumnya menyerang orang yang berusia jauh lebih tua.

Alih-alih menyimpan kisahnya sendiri, Sydney justru memilih mendokumentasikan setiap tahap pengobatan melalui media sosial. Mulai dari proses kemoterapi, operasi, hingga berbagai uji klinis dijalaninya sambil terus menyampaikan pesan optimistis kepada para pengikutnya.

Dia juga secara terbuka memperlihatkan dampak pengobatan yang dialaminya, termasuk ketika rambutnya mulai rontok akibat kemoterapi. Meski menghadapi kondisi yang berat, Sydney tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh semangat dan harapan.

Konten-kontennya kemudian menjadi sumber inspirasi bagi banyak pasien kanker dan keluarga mereka. Tak sedikit warganet yang mengaku memperoleh kekuatan setelah mengikuti perjalanan Sydney menghadapi penyakit yang dideritanya.

Memasuki pertengahan 2026, kondisi kesehatannya mulai memburuk. Dalam salah satu wawancara terakhir, Sydney mengungkap bahwa tim medis sempat menyarankan agar dirinya mempertimbangkan perawatan akhir hayat karena pilihan terapi yang tersedia semakin terbatas.

Namun, Sydney tidak langsung menyerah. Dia masih berusaha mencari kemungkinan pengobatan lain sembari mempertahankan harapan untuk terus bertahan hidup.

Di luar aktivitasnya sebagai kreator konten, Sydney merupakan lulusan Dartmouth College dan pernah bekerja sebagai social media manager. Bahkan di tengah perjuangannya melawan kanker, dia masih memiliki keinginan mengikuti Maraton New York 2026 untuk menggalang dana penelitian kanker saluran empedu.

Sebelum berpulang, upaya penggalangan dana yang dilakukannya berhasil mengumpulkan lebih dari 10 ribu dolar AS untuk mendukung penelitian sekaligus membantu perjuangan pasien lain yang mengidap penyakit serupa.

Kepergian Sydney Towle memicu gelombang belasungkawa dari berbagai negara. Banyak pengikutnya mengenang sosoknya sebagai inspirasi yang membuktikan bahwa harapan tetap bisa hadir di tengah perjuangan melawan penyakit berat. 

Organisasi yang bergerak di bidang kanker saluran empedu pun turut memberikan penghormatan atas kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit langka tersebut.

Topik Menarik