5 Arah Agenda Partai Komunikasi China, dari Tata Kelola hingga Revolusi Diri
Para pemimpin puncak Partai Komunis yang berkuasa di China akan berkumpul pada hari Senin mendatang, untuk sebuah pertemuan politik penting yang dapat memberikan petunjuk mengenai prioritas Beijing menjelang kongres nasional musim gugur mendatang—dengan disiplin partai sebagai fokus utamanya.
Sidang pleno kelima ini akan berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Oktober.
Namun, alih-alih menyusun rencana pembangunan ekonomi, pertemuan ini justru akan berfokus pada penguatan tata kelola dan disiplin internal partai, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah China.
5 Arah Agenda Partai Komunikasi China, dari Tata Kelola hingga Revolusi Diri
1. Fokus Agenda Anti-Korupsi
Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya Presiden China Xi Jinping untuk terus melanjutkan kampanye anti-korupsinya, di tengah pengawasan yang berkelanjutan terhadap pelanggaran di dalam Partai Komunis.Hal ini juga menyoroti bagaimana Beijing berniat memperketat pengawasan terhadap aparatur politiknya yang luas menjelang perombakan kepemimpinan yang krusial pada tahun 2027.
2. Fokus ke Tata Kelola Partai
Sidang pleno adalah pertemuan tertutup Komite Sentral Partai Komunis yang diselenggarakan di antara kongres nasional partai untuk membahas dan menyetujui kebijakan-kebijakan utama.Partai Komunis biasanya mengadakan tujuh sidang pleno dalam setiap siklus kepemimpinan lima tahunan, ujar Chong Ja Ian, seorang profesor madya di National University of Singapore (NUS). Setiap pertemuan memiliki tujuan yang berbeda-beda.
“Sidang pleno kelima biasanya menetapkan prioritas untuk rencana lima tahun ke depan,” katanya, dilansir CNA.Namun kali ini, urutan yang lazim tersebut telah berubah.
Sidang pleno keempat pada Oktober 2025 telah mengadopsi rekomendasi untuk Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026–2030)—sebuah tugas yang biasanya dilakukan pada pertemuan kelima.
Sebaliknya, pertemuan mendatang akan berfokus pada tata kelola partai, menurut para pengamat.
Dalam pertemuan yang digelar pada 21 September, Politbiro—badan politik elite partai yang berkuasa—mengonfirmasi bahwa draf keputusan mengenai penguatan tata kelola internal partai akan diajukan ke sidang pleno kelima untuk dibahas.
3. Menerjemahkan Arah Politik Partai Jadi Kebijakan Konkret
Hou Yichao, seorang peneliti ekonomi politik China, mengatakan bahwa sidang pleno memainkan peran penting dalam menerjemahkan arah politik partai yang lebih luas menjadi kebijakan konkret.“Jika Kongres Partai (tahun 2027) merupakan pertemuan untuk menetapkan strategi dan memperbarui kepemimpinan, maka sidang-sidang pleno yang diadakan di sela-sela periode tersebut menjadi ajang perumusan kebijakan spesifik selama siklus lima tahunan,” ujarnya.
4. Fokus 5 Aspek Sistem Kekuasaan
Agenda utama sidang pleno kelima adalah memperkuat apa yang disebut oleh Beijing sebagai “tata kelola internal partai yang menyeluruh dan ketat”—sebuah konsep luas yang mencakup lebih dari sekadar pemberantasan korupsi, tetapi juga bagaimana para pejabat diawasi, dinilai, dan dimintai pertanggungjawaban.Hou menggambarkannya sebagai “upaya mendasar dalam mengatur bagaimana kekuasaan itu sendiri beroperasi.” Ia mencatat bahwa Xi telah menjabarkan lima sistem yang menopang tata kelola partai yang ketat, yang mencakup aspek organisasi, pendidikan, pengawasan, kelembagaan, dan akuntabilitas.
“Secara keseluruhan, hal ini berkaitan dengan apakah arahan dari pusat benar-benar dilaksanakan, apakah pendidikan politik berjalan efektif, serta bagaimana pengawasan dan upaya pemberantasan korupsi dijalankan,” kata Hou. Ia menambahkan, hal ini juga mencakup penilaian mengenai apakah aturan internal partai sudah efektif dan apakah ketentuan terkait pembangunan partai telah diterapkan di seluruh organisasi.Penekanan ini muncul meskipun Xi telah menjalankan kampanye antikorupsi besar-besaran selama lebih dari satu dekade, yang telah menyasar dan menghukum para pejabat di lingkungan partai, pemerintahan, maupun militer.
Beijing menegaskan bahwa korupsi masih menjadi tantangan serius.
Pada bulan Januari, Xi memperingatkan bahwa situasi yang ada masih “gawat dan kompleks” — seraya menyerukan perjuangan tanpa henti melawan korupsi.
Chong dari NUS mengatakan bahwa tata kelola dan disiplin partai tetap menjadi prioritas utama bagi Xi — terutama di tengah berlanjutnya penyelidikan kasus korupsi serta meningkatnya tekanan ekonomi dan demografis.
“Mungkin Xi meyakini bahwa perubahan lebih lanjut pada tata kelola internal partai dapat menawarkan solusi,” ujar Chong.
Fokus ini juga menyusul kampanye edukasi di seluruh lingkup partai yang berlangsung tahun ini bertujuan untuk menumbuhkan apa yang disebut oleh Beijing sebagai “pandangan yang tepat mengenai kinerja”.
Kampanye ini menyasar berbagai masalah, termasuk proyek-proyek yang hanya demi pencitraan (vanity projects), perubahan kebijakan yang mendadak, serta sikap pasif para pejabat—yang mencerminkan kekhawatiran tidak hanya terkait korupsi, tetapi juga mengenai seberapa efektif para pejabat dalam melaksanakan arahan dari Beijing.Hou, seorang peneliti, mengatakan bahwa kampanye ini mungkin merupakan bagian dari upaya untuk memobilisasi para pejabat guna mengatasi tantangan pembangunan di Tiongkok, sekaligus membenahi cara mereka dinilai, dipromosikan, dan dimintai pertanggungjawaban.
Apa sinyal yang ditunjukkan menjelang Kongres Partai tahun 2027?
Sidang pleno kelima ini berlangsung sekitar satu tahun sebelum Kongres Nasional ke-21, di mana susunan kepemimpinan dan arah politik yang lebih luas untuk lima tahun ke depan akan ditentukan.
AS Tingkatkan Aktivitas Militer di Dekat Iran, Kerahkan Pesawat Mata-mata hingga 12 Jet Tempur F-16
Fokus pada disiplin internal ini dapat memberikan petunjuk mengenai prioritas Xi Jinping saat partai tersebut bersiap menghadapi transisi tersebut.
Namun, pertemuan ini hanyalah satu langkah dalam proses tersebut, bukan pertemuan besar terakhir sebelum kongres.
Dalam siklus tujuh sidang pleno yang lazim, sidang pleno keenam mungkin akan menyusul pada tahun 2027, sementara sidang pleno ketujuh biasanya diadakan sesaat sebelum Kongres Partai untuk melakukan persiapan akhir.Sebagai contoh, pada tahun 2022, sidang pleno ketujuh dari Komite Sentral ke-19 diadakan hanya beberapa hari sebelum Kongres Partai ke-20 dibuka.
Xi Jinping menempatkan Partai Komunis sebagai kunci untuk mengarahkan China melewati “angin kencang dan laut yang ganas”.
Bagi Chong, agenda sidang pleno kelima ini tetap menunjukkan betapa pentingnya kendali dan disiplin di dalam partai menurut pandangan Xi Jinping.
“Hal yang menarik untuk diamati adalah apakah akan ada promosi-promosi penting menjelang Kongres Partai berikutnya, yang mungkin mengindikasikan adanya semacam pembaruan kepemimpinan secara bertahap, meskipun jajaran pimpinan puncak tidak mengalami perubahan,” ujar Chong.
5. Mempersiapkan Revolusi Diri
Sementara itu, Hou menyoroti penekanan Xi Jinping yang kian besar pada “revolusi diri” (self-revolution)—upaya partai untuk terus melakukan reformasi, menegakkan disiplin, dan mengawasi dirinya sendiri.“Retorikanya telah bergeser dari gaya kampanye yang bernada deklarasi kemenangan, menjadi sesuatu yang lebih bersifat jangka panjang dan terlembagakan,” katanya mengenai pendekatan Xi Jinping dalam memerangi korupsi. Hal ini menunjukkan bahwa Beijing mungkin berupaya untuk menanamkan upaya antikorupsi dan pengawasan internal secara lebih mendalam ke dalam institusi partai, alih-alih hanya mengandalkan penindakan berkala.
Hou mengatakan bahwa pelembagaan antikorupsi bisa menjadi prioritas menjelang Kongres Partai ke-21.







