Pakar Ini Yakin Israel Hadapi Krisis Eksistensial Terbesar dalam Sejarahnya

Pakar Ini Yakin Israel Hadapi Krisis Eksistensial Terbesar dalam Sejarahnya

Global | sindonews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:11
share

Zeidon Alkinani, seorang analis politikIsrael, mengatakan bahwa pemerintahan PM Benjamin Netanyahu “senantiasa mempromosikan gagasan untuk terus menambah permukiman ilegal—yang menurut pandangan mereka sendiri bukanlah sesuatu yang ilegal.”

“Terdapat konsensus kuat di antara sebagian besar partai utama yang akan berlaga dalam pemilihan umum Israel tahun 2026, yakni penolakan terhadap hak penentuan nasib sendiri bagi Palestina untuk membentuk negara,” ujar Alkinani kepada Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa isu Palestina juga menjadi “topik yang mudah diangkat dalam pemilihan umum, terutama pasca-7 Oktober, saat Israel merasa tengah menghadapi salah satu krisis eksistensial terbesar dalam sejarah kontemporernya—setidaknya, begitulah narasi politik yang terus didengungkan oleh pemerintahan Netanyahu.”

Alkinani berpendapat bahwa meskipun ada putusan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), serta sikap yang diambil oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah negara Eropa, Netanyahu “masih menikmati impunitas global untuk melakukan intimidasi politik, penculikan, dan pembunuhan terhadap siapa pun yang berupaya mengedepankan mekanisme hukum internasional sebagai solusi.”Kemudian, Abed Abou Shhadeh, seorang komentator politik yang berbasis di Jaffa, Israel, berbicara kepada Al Jazeera mengenai pemilihan umum mendatang di Israel dan dampaknya bagi kawasan secara luas.

Abou Shhadeh mengaku “ragu akan ada perubahan dalam waktu dekat, mengingat ancaman keamanan yang dihadapi Israel, situasi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut, serta peristiwa yang terjadi di Iran.”

Ia menambahkan, jika Netanyahu tetap berkuasa, “kita akan menyaksikan radikalisasi dan ekstremisme yang semakin meningkat, baik di kalangan masyarakat maupun pemerintah Israel.”

Menurut Abou Shhadeh, sejumlah jajak pendapat terkini menunjukkan bahwa “semakin masyarakat Israel merasa terancam, semakin mereka condong ke arah kanan dan mengadopsi pandangan yang lebih ekstrem.”

Dalam jajak pendapat tersebut, blok politik Netanyahu saat ini belum mencapai mayoritas yang mutlak. “Netanyahu mungkin akan mencoba memulai sesuatu sebelum pemilihan umum; dia sudah lama berkuasa, dan menurut saya dia tidak berniat melepaskannya. Dia akan menggunakan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan yang sama,” ujar Abou Shhadeh.

Topik Menarik