6 Rudal Balistik Houthi Serang Arab Saudi tapi Ditembak Jatuh
Sedikitnya enam rudal balistik telah ditembakkan kelompok Houthi Yaman ke arah kota-kota di Arab Saudi pada hari Kamis. Namun, semuanya berhasil ditembak jatuh oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi.
Mayor Jenderal Turki al-Malki, juru bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman—sebuah koalisi yang dipimpin Arab Saudi—mengatakan Rudal-rudal tersebut dihancurkan saat mengarah ke kota Taif dan pelabuhan Yanbu yang memiliki posisi strategis di Kerajaan Arab Saudi.
Baca Juga: Mengapa 'NATO Islam' Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman?
Al-Malki mengatakan kepada Saudi Press Agency (SPA), Jumat (25/9/2026), bahwa sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat sebagian rudal yang mencoba menyasar kota-kota tersebut.
Beberapa jam kemudian, kelompok Houthi mengakui telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap apa yang mereka sebut sebagai "target sensitif" di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta terhadap fasilitas Saudi Aramco di Yanbu.Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa sistem pertahanan udara yang dioperasikan oleh personel militer Yunani di Arab Saudi berhasil mencegat sebuah rudal balistik dan drone pada hari Kamis di wilayah Yanbu—kawasan yang juga menjadi lokasi fasilitas penyulingan minyak utama."Keduanya berhasil ditembak jatuh," ujar seorang sumber keamanan Yunani kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa sistem Patriot milik Yunani meluncurkan dua rudal pencegat, namun tidak memberikan rincian mengenai asal-usul drone maupun rudal balistik tersebut. Sumber kedua juga membenarkan intersepsi rudal dan drone tersebut.
Pelabuhan Yanbu merupakan titik vital bagi pengiriman minyak mentah Arab Saudi ketika jalur pengiriman melalui Selat Hormuz mengalami gangguan.
Sebelumnya pada hari Kamis, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di kota suci Makkah, wilayah barat laut Tabuk, kawasan Laut Merah di Jeddah dan Yanbu, serta wilayah selatan Taif. Pihak berwenang kemudian menyatakan bahwa ancaman telah berlalu dan kota-kota tersebut sudah aman.
Pekan lalu, Arab Saudi menyatakan telah mencegat sebuah drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah Makkah. Kelompok tersebut membantah keras tuduhan itu, dan pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menyebut klaim Saudi sebagai "kebohongan keji".
Kelompok Houthi yang dikenal pro-Iran sebagian besar melancarkan serangan ke wilayah selatan Arab Saudi.Mereka meningkatkan serangan terhadap kerajaan tersebut setelah mengumumkan blokade laut pada bulan Juli, yang menjadi medan pertempuran kedua dalam konflik Amerika Serikat-Iran. Houthi juga merebut seluruh pesisir barat Yaman dalam serangan kilat hampir dua minggu lalu, yang membawa mereka hingga ke tepi jalur pelayaran strategis Bab al-Mandeb di Laut Merah.
Pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan pada hari Kamis bahwa mereka berhasil memukul mundur serangan Houthi di beberapa garis depan di kegubernuran Taiz, Yaman barat daya.
Kolonel Majid al-Nuzaili, juru bicara pasukan pemerintah Yaman, mengatakan bahwa Houthi melancarkan serangan terkoordinasi pada Rabu malam dalam upaya mencapai posisi-posisi di jalan utama yang menghubungkan kegubernuran Aden, Lahj, dan Taiz.










