Demo Prancis Bukan Lagi Liberte, Egalite dan Fraternite, tapi Melawan Ketidakadilan dan Ketimpangan

Demo Prancis Bukan Lagi Liberte, Egalite dan Fraternite, tapi Melawan Ketidakadilan dan Ketimpangan

Global | sindonews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:56
share

Louise, seorang desainer grafis berusia 38 tahun, mengatakan kepada BBC bahwa ia ikut berunjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap para mahasiswa. Namun, ia juga memiliki kekhawatiran yang lebih luas mengenai ketimpangan yang menurutnya kian memburuk selama masa kekuasaan Presiden Emmanuel Macron.

"Orang miskin menjadi semakin miskin, sementara orang kaya menjadi semakin kaya," ujarnya.

Ia menunjukkan anting berbentuk guillotine yang dipakainya. Menurut Louise, simbol tersebut menggambarkan nasib yang bisa menimpa siapa saja, terlepas dari kekayaan atau kekuasaan yang mereka miliki.

"Ini bukan lagi Liberté, Egalité et Fraternité," katanya kepada kami. "Melainkan ketidakadilan, ketimpangan, dan hak istimewa."

Saat ditanya apakah ia khawatir kekerasan seperti akhir pekan lalu akan terulang, Louise menjawab bahwa hal itu mungkin saja terjadi.

Kekhawatiran utamanya, kata dia, adalah jika citra penjarahan justru menutupi isu-isu yang paling ia pedulikan.

Sebelumnya, polisi Prancis menangkap 135 orang. "Polisi telah menangkap 135 orang di tengah aksi protes di seluruh Prancis hingga pukul 13.00 waktu setempat (12.00 BST)," demikian diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez.

Sekitar 550.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi Sabtu lalu untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup. Kekecewaan massa kian memuncak setelah berminggu-minggu aksi protes oleh para mahasiswa.

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung cukup damai kemudian diwarnai oleh kekerasan, penjarahan, dan perusakan. Salah satunya adalah pembakaran gedung abad ke-19 yang menjadi kantor pariwisata Lyon oleh para demonstran—sebuah peristiwa yang disebut oleh wali kota setempat sebagai "sebuah tragedi".

Di kota Limoges, menara jam dan sebagian atap balai kota yang megah sempat dilalap api sebelum akhirnya runtuh pada hari Sabtu. Setidaknya 2.700 orang telah ditangkap di seluruh Prancis sejak kerusuhan pecah. Menteri Kehakiman Gérald Darmanin mengatakan pada hari Kamis bahwa 217 orang di antaranya telah dijebloskan ke penjara.

Jam malam telah diberlakukan di beberapa kota menyusul kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu.

Topik Menarik