Shamsi Ali Hadapi Demonstran Separatis Papua di New York, Tanya Alasan Warga Tak Berdosa Ditembak Mati di Papua

Shamsi Ali Hadapi Demonstran Separatis Papua di New York, Tanya Alasan Warga Tak Berdosa Ditembak Mati di Papua

Global | sindonews | Minggu, 27 September 2026 - 10:33
share

Shamsi Ali, ulama Indonesia yang menjadi Imam dan Direktur Jamaica Muslim Center di Queens, New York, Amerika Serikat (AS), telah menghadapi demonstran pro-separatis Papua setelah dia selesai khutbah di PBB. Dalam pertemuan di jalan tersebut, dia menanyakan alasan warga sipil tak bersalah ditembak mati kelompok separatis di Papua Barat.

"Kemarin setelah khutbah di PBB saya melewati seorang pandemo Papua (anti Indonesia)," tulis Shamsi Ali dalam unggahan di Instagram, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga: KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam

Dalam video yang diunggah, demonstran tersebut terlihat mengibarkan bendera separatis Papua yang dikenal sebagai bendera Bintang Kejora. Beberapa poster yang mengecam Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga dipajang di jalan.

"Kesal juga baru-baru ini seorang warga tak berdosa ditembak mati di Papua. Alasannya semua warga Indonesia melakukan fungsi multi kerjasama dengan TNI [Tentara Nasional Indonesia]. Saya tanya bukti. Jawabannya tonton YouTube," lanjut ulama tersebut menirukan jawaban demonstran tersebut.

"Mereka kejam dan lebih jahat dari binatang!," imbuh Shamsi Ali.Sekadar diketahui, pada 15 September lalu, seorang sopir lajuran atau travel bernama Aris Sanda tewas ditembak organisasi Papua merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Warga asal Toraja, Sulawesi Selatan, itu sempat membawa penumpang sebelum dibunuh.

Korban awalnya sedang membawa penumpang hingga diadang pelaku di tengah jalan. "Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan lajuran dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema dalam keterangan tertulisnya.

Para pelaku kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang. Selanjutnya, sopir dibawa dan disandera. "Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju arah kawasan Danau Habema," paparnya.

Di lokasi tersebut, korban dilaporkan ditembak mati dan jenazahnya dimasukkan ke dalam mobil.

TNI yang menerima laporan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, jenazah korban ditemukan dalam mobil yang sudah hangus terbakar.

Pembunuhan itu telah viral di media sosial. Dari rekaman video yang beredar, korban terlihat disandera dengan todongan senjata api laras panjang dan panah. Korban dipaksa menyampaikan dukungan untuk kemerdekaan Papua dan juga dipaksa memegang bendera Bintang Kejora. Korban diduga dieksekusi setelah kejadian itu.

Topik Menarik