Bom Bunuh Diri Guncang Pos Polisi Tewaskan 12 Orang, Ambulans yang Hendak Evakuasi Ditembaki
Serangan bom bunuh diritelah mengguncang pos pemeriksaan polisi di tepi jalan di Pakistan barat laut pada hari Sabtu. Sebanyak 12 orang tewas dan 35 orang lainnya terluka dalam serangan ini.
Tragisnya, ambulans yang mendatangi lokasi serangan untuk mengevakuasi para korban justru ditembaki kelompok bersenjata.
Baca Juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Islamabad Tewaskan 31 Orang Saat Salat Jumat
Serangan ini melibatkan kendaraan bermuatan bahan peledak di pos pemeriksaan polisi di Dera Ismail Khan, sebuah distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Demikian disampaikan juru bicara layanan darurat provinsi setempat, Bilal Faizi, yang dikutip NDTV, Minggu (27/9/2026).
Kepala polisi setempat, Safdar Baloch, mengatakan sebagian besar korban tewas dan luka-luka adalah personel keamanan dan warga yang sedang melintas.Para saksi mata mengatakan suara tembakan juga terdengar setelah serangan bom bunuh diri terjadi.Faizi mengatakan kelompok bersenjata menembaki ambulans saat petugas darurat membawa korban ke rumah sakit terdekat. Tembakan tersebut menewaskan seorang petugas penyelamat dan melukai dua orang lainnya.
Taliban Pakistan, yang secara resmi dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pakistan telah mengalami lonjakan kekerasan oleh kelompok bersenjata dalam beberapa tahun terakhir; banyak di antaranya diklaim oleh TTP dan Baloch Liberation Army (Tentara Pembebasan Baloch)—kelompok separatis yang dilarang pemerintah dan terutama beroperasi di provinsi tetangga, Balochistan.
TTP merupakan kelompok yang terpisah namun memiliki aliansi erat dengan Taliban Afghanistan, yang kembali berkuasa pada tahun 2021.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk serangan tersebut serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.Zardari menyebut penargetan warga sipil dan aparat penegak hukum sebagai tindakan yang "sangat tercela" dan menyerukan peningkatan tindakan tegas terhadap Taliban Pakistan, yang dituduhnya melakukan "tindakan keji dan brutal" dengan dukungan pihak asing.
Para pejabat Pakistan berulang kali menuduh pemerintah Taliban Afghanistan membiarkan anggota TTP beroperasi dari wilayah Afghanistan dan menuntut Kabul untuk mencegah serangan lintas batas. Pihak berwenang Afghanistan membantah telah mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk serangan terhadap negara lain.
Pengeboman pada hari Sabtu itu terjadi dua hari setelah pertempuran di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan menewaskan sedikitnya 13 anggota Taliban Afghanistan, menurut pemerintah Pakistan. Bentrokan tersebut menyusul serangan Pakistan minggu ini terhadap lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian pemberontak di dalam wilayah Afghanistan.
Kembalinya permusuhan ini mengancam upaya mediasi yang dilakukan oleh China, Turki, Qatar, dan Arab Saudi untuk mewujudkan perdamaian abadi antara kedua negara yang bertetangga tersebut.
Dera Ismail Khan terletak di dekat Waziristan Selatan, bekas basis pertahanan pemberontak tempat militer Pakistan telah melancarkan sejumlah operasi dalam beberapa tahun terakhir.
Update Banjir Nepal: 392 Tewas dan 1.4678 Hilang, Ini Daftar 35 Negara yang Kehilangan Warganya
Kelompok-kelompok bersenjata sering kali menargetkan aparat keamanan di wilayah tersebut. Pada bulan Desember 2023, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan kendaraan yang sarat bahan peledak di gerbang utama kantor polisi di Dera Ismail Khan, menewaskan sedikitnya 23 personel keamanan. Tehreek-e-Jihad Pakistan, sebuah kelompok bersenjata kecil yang diyakini sebagai pecahan dari TTP, mengaku bertanggung jawab.









