4 Fakta Trump Kirim 40.000 Bom Senilai Rp49 Triliun ke Israel, Terbesar Sepanjang Sejarah
Pemerintahan AS Presiden Donald Trump sedang menyiapkan paket senilai USD2,8 miliar atau Rp49 triliun untuk memasok rezim Israel dengan 40.000 bom seberat 2.000 pon.
4 Fakta Trump Kirim 40.000 Bom Senilai Rp49 Triliun ke Israel, Terbesar Sepanjang Sejarah
1. Disetujui Semua Pihak di AS
Paket tersebut mencakup 20.000 bom MK-84, 20.000 bom BLU-117, dan 20.000 hulu ledak penembus (penetrator) I-2000. Itu dilaporkan The Washington Post pada hari Selasa, mengutip seorang pejabat AS.Meskipun disebut sebagai penjualan, pengadaan ini akan didanai melalui program Foreign Military Financing AS, di mana Washington menyediakan dana yang digunakan rezim tersebut untuk membeli senjata buatan Amerika.
Rencana transfer ini telah disampaikan secara informal kepada komite-komite Kongres, dengan pemerintahan Trump mendesak para pejabat Kongres untuk menyetujuinya.
2. Terbesar Sepanjang Sejarah
Menanggapi laporan tersebut, komentator konservatif Tucker Carlson mengkritik keras rencana transfer itu, terutama menyoroti skalanya yang belum pernah terjadi sebelumnya."Ini tampaknya merupakan transfer amunisi peledak konvensional terbesar dari Amerika Serikat dalam sejarah modern," tulis Carlson di platform X.Carlson membandingkan usulan pengiriman 40.000 ton bom tersebut dengan operasi pengeboman besar AS selama Perang Dunia II; ia mencatat bahwa serangan Angkatan Udara Kedelapan ke Berlin pada Maret 1945 melibatkan sekitar 3.000 ton bom, sementara Operasi *Meetinghouse* di Tokyo melibatkan sekitar 1.600 ton.
Ia berpendapat bahwa skala transfer yang diusulkan itu tidak memiliki preseden dalam sejarah dan mempertanyakan pembenaran militer di balik pengerahan senjata semacam itu di kawasan tersebut. “Tidak ada pula pembenaran untuk hal itu,” tulis Carlson, seraya menyebutkan bahwa skala pengiriman tersebut begitu besar hingga membuat orang berpikir bahwa rezim Israel sedang melancarkan “Perang Dunia II.”
3. Mengintegrasikan Militer AS dan Israel
Menurut sebuah laporan, Kongres AS telah memutuskan untuk melakukan pemungutan suara mengenai undang-undang yang mengintegrasikan militer Amerika dan Israel.Nasib Pria Kosovo: Jadi Mata-mata CIA hingga Menyusup ke al-Qaeda, tapi Kini Bakal Diusir AS
Carlson juga berpendapat bahwa daya hancur senjata-senjata tersebut membuat penggunaannya di wilayah berpenduduk memiliki dampak yang sangat serius. Ia menyoroti kemampuan bom MK-84 dalam meruntuhkan bangunan dan menciptakan kawah yang dalam, serta mengingatkan bahwa rezim tersebut telah menggunakan ratusan bom semacam itu di Gaza.
Komentator tersebut lebih lanjut menggambarkan pengiriman itu sebagai hadiah yang didanai oleh uang pajak, bukan sebagai penjualan senjata konvensional, dengan merujuk pada mekanisme Pembiayaan Militer Asing.
4. Uang Pajak Rakyat AS untuk Membunuh Rakyat Gaza
Senator Chris Van Hollen menyatakan niatnya untuk menentang penjualan tersebut; ia juga berpendapat bahwa pemerintah mengirimkan bom yang didanai uang pajak, sementara pasukan Israel terus melancarkan agresi di Gaza dan Lebanon.Pihak pemerintah menolak memberikan komentar khusus mengenai transaksi yang sedang diproses tersebut.








