4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah

4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah

Global | sindonews | Senin, 14 September 2026 - 04:40
share

Adam Baron, seorang rekan peneliti di Future Security Program pada lembaga pemikir New America, mengatakan bahwa serangan pesawat nirawak (drone) dari Irak terhadap jaringan pipa Arab Saudi mencerminkan "sifat mudah meledak yang lebih luas" dari realitas di Timur Tengah.

"Sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran enam bulan lalu, kita menghadapi situasi berupa serangkaian konflik yang saling terkait di berbagai front, dengan intensitas ketegangan yang pasang surut di seluruh kawasan," ujar Baron.

4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah

1. Berebut Bab al-Mandeb

Penguasaan cepat Houthi atas kota-kota penting di sepanjang pantai barat Yaman dari pasukan yang didukung Saudi merupakan "titik balik yang nyata," ungkapnya kepada Al Jazeera.

"Hal ini berarti hilangnya wilayah yang secara strategis paling penting di seluruh Yaman. Terkait lokasi strategis Yaman, tidak ada yang bisa menandingi keuntungan bagi kelompok militer yang memiliki akses ke Bab al-Mandeb."

2. Saudi Tak Bisa Sendirian

Mundurnya pasukan pemerintah yang diakui secara internasional tanpa perlawanan berarti bisa jadi merupakan taktik "untuk pertempuran mendatang," kata Baron. Namun, ia menambahkan, serangan udara yang dipimpin Saudi kemungkinan besar tidak akan cukup untuk mengusir Houthi sendirian, dan diperlukan kekuatan darat yang "terpadu" untuk tugas semacam itu.

Serangan udara oleh Arab Saudi terutama menyasar pergerakan maju militer Houthi. Saat Anda menguasai suatu lokasi atau wilayah, Anda harus memiliki bala bantuan militer untuk mempertahankan kendali atas wilayah tersebut. Justru itulah yang disasar Arab Saudi melalui serangan-serangan udara ini.

3. Houthi Tak Akan Mundur

Telah terjadi 129 serangan udara di wilayah-wilayah yang baru saja jatuh ke tangan Ansar Allah, termasuk wilayah di utara tempat kelompok Houthi berusaha merangsek maju ke kota Marib, sebuah kubu pertahanan pemerintah Yaman.Tidak banyak tanda-tanda Houthi mundur atau menarik diri. Tidak ada bentrokan langsung yang terjadi. Saat ini, situasinya sebagian besar hanya berupa serangan udara. Bahkan tidak ada serangan artileri karena jauhnya jarak mundurnya pasukan Yaman dari area di sekitar pelabuhan Mocha dan Bab al-Mandeb.

4. Rakyat Sipil Jadi Korban

"Lebih dari 2.000 orang yang melarikan diri dari konflik bersenjata di Yaman telah tiba di pesisir Djibouti," demikian pernyataan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam sebuah unggahan di media sosial.

Badan migrasi PBB tersebut menambahkan bahwa di Obock—sebuah kota yang terletak hanya sekitar 20 km (12 mil) di seberang perairan dari pesisir Yaman—pihaknya bekerja sama dengan otoritas setempat dan para mitra untuk memberikan bantuan segera kepada mereka yang baru tiba, termasuk air bersih dan makanan hangat.

"Dibutuhkan lebih banyak dukungan," ujar IOM.

Topik Menarik