Penerbangan 10 Jam Mencekam Qatar Airways, 2 Penumpang Ngaku Bawa Pistol dan Ancam Tembaki Orang-orang
Para penumpang Qatar Airways dalam penerbangan jarak jauh dari Australia menuju Qatar mengalami kepanikan selama sekitar 10 jam. Musababnya, dua penumpang pria bertindak brutal, mengaku membawa pistol, dan mengancam akan menembak orang-orang di dalam pesawat.
Secara kebetulan, peristiwa yang mencekam itu terjadi Jumat (11/9/2026) yang bertepatan dengan 25 tahun peringatan serangan 9/11.
Baca Juga: Mengamuk di Pesawat, Penumpang Rasis Ini Dilakban dan Diikat seperti Mumi
Mengutip laporan dari Sydney Morning Herald, Minggu (13/9/2026), insiden tersebut terjadi dalam penerbangan Virgin Australia dengan nomor VA7 yang dioperasikan Qatar Airways. Rutenya; Melbourne-Doha.
Sejumlah saksi mata mengatakan kedua penumpang pria tersebut terlihat gelisah dan tidak tenang tak lama setelah pesawat lepas landas. Mereka beberapa kali berjalan mondar-mandir di lorong kabin, mengganggu penumpang di sekitar mereka, serta membuka-buka kompartemen bagasi di atas kepala.Sekitar enam jam sebelum penerbangan VA7 dijadwalkan mendarat, perilaku kedua pria itu berubah menjadi semakin agresif. Mereka mulai bertengkar, berkelahi, dan berteriak mengancam para penumpang lain.Keduanya bahkan mengaku membawa pistol dan mengatakan akan menembak orang-orang di dalam pesawat.
Ketika awak kabin berusaha menenangkan situasi, kedua pria tersebut justru melakukan kekerasan fisik. Sejumlah penumpang mengaku melihat mereka menanduk dan meludahi awak kabin yang mencoba menghentikan keributan.
Salah seorang penumpang mengatakan kedua pria itu berteriak-teriak ingin melukai dan menembak orang. Penumpang lainnya mengatakan mereka "menanduk dan meludahi pramugari".
"Sangat layak memberikan apresiasi besar kepada awak kabin Qatar. Mereka menangani situasi itu selama sekitar 10 jam tanpa henti. Mereka benar-benar sudah melakukan semaksimal mungkin," ujar seorang saksi mata kepada Jacqueline Felgate dari stasiun radio 3AW.
Saksi tersebut menggambarkan insiden itu sebagai "sangat menakutkan".Menyadari ancaman terhadap keselamatan seluruh penumpang, awak kabin akhirnya memutuskan untuk melumpuhkan kedua pria tersebut dengan bantuan sejumlah penumpang.
Menurut laporan tersebut, sekitar enam hingga tujuh orang diperlukan untuk menahan masing-masing pria itu karena mereka melakukan perlawanan keras.
Awak kabin kemudian menggunakan pengikat kabel (cable ties) dan borgol untuk mengamankan kedua pria ke kursi mereka hingga pesawat tiba di Doha. Langkah itu dilakukan untuk mencegah mereka kembali melakukan tindakan yang membahayakan.
Ketika pesawat akhirnya mendarat di Bandara Internasional Hamad, Doha, polisi setempat sudah menunggu di landasan. Petugas polisi langsung naik ke pesawat dan membawa kedua pria tersebut ke dalam tahanan.
Qatar Airways mengonfirmasi bahwa terjadi perkelahian fisik di dalam pesawat. Maskapai tersebut mengatakan kedua penumpang yang mengganggu ketertiban telah diamankan sesuai prosedur standar.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa dua penumpang pria terlibat dalam perkelahian fisik di dalam penerbangan VA7 dari Melbourne menuju Doha yang dioperasikan Qatar Airways," kata maskapai tersebut dalam pernyataan kepada news.com.au.
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
"Kedua penumpang diamankan dan, setelah tiba di Doha, diserahkan kepada pihak berwenang setempat. Keselamatan dan kesejahteraan awak kabin serta penumpang tetap menjadi prioritas utama kami," lanjut pihak maskapai.










