Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
Produksi minyak mentah Arab Saudi anjlok hampir 2 juta barel per hari pada bulan Agustus ke tingkat terendah dalam lebih dari 35 tahun. Kondisi ini akibat konflik di Timur Tengah yang menghambat jalur ekspor kerajaan tersebut. Data itu dilaporkan Bloomberg pada hari Kamis (10/9/2026).
Riyadh melaporkan kepada OPEC bahwa produksi turun sebesar 1,9 juta barel per hari bulan lalu menjadi 6,238 juta barel per hari (bph), menurut laporan bulanan kelompok tersebut yang diperoleh media itu.
Angka ini mencatat rekor terendah baru sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, sekaligus menjadi tingkat produksi terendah kerajaan tersebut sejak dimulainya Perang Teluk pada tahun 1990.
Arab Saudi terjepit di antara gangguan pada kedua jalur ekspor maritim utamanya. Lalu lintas melalui Selat Hormuz sangat terbatas di tengah konflik AS-Iran yang sedang berlangsung, sehingga memaksa ketergantungan yang lebih besar pada jalur Laut Merah.
Pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman juga kembali melancarkan perang melawan pasukan pemerintah yang didukung Saudi dan menyatakan blokade maritim terhadap kerajaan tersebut.Kelompok Houthi juga secara langsung menargetkan infrastruktur energi Saudi. Serangan gencar menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) pada hari Selasa menyebabkan kebakaran pada instalasi minyak dan memaksa penghentian operasi di beberapa fasilitas, menurut otoritas Saudi.
Namun Riyadh hanya memberikan sedikit rincian mengenai tingkat kerusakan atau dampaknya terhadap produksi.
Kelompok Houthi dilaporkan merebut kota pelabuhan strategis Mocha pada hari Kamis, memperketat kendali mereka atas akses menuju Selat Bab al-Mandeb—pintu masuk selatan yang sempit menuju Laut Merah dan jalur krusial bagi ekspor minyak Saudi.
Kelompok tersebut menyatakan navigasi tetap aman bagi kapal-kapal lain, namun tidak bagi kapal-kapal Saudi.
Tekanan tersebut sudah terlihat dalam data pelayaran, di mana pelacakan sementara pergerakan kapal tanker yang disusun Bloomberg menunjukkan ekspor minyak mentah Saudi turun sekitar sepertiganya pada bulan Agustus.Riyadh melaporkan kepada OPEC bahwa "pasokan ke pasar"—yang mencakup minyak mentah yang diambil dari penyimpanan—mencapai 7,122 juta bph.
Hal ini mengindikasikan kerajaan tersebut menggunakan cadangan untuk mengimbangi penurunan produksi.
Estimasi terpisah dari OPEC yang didasarkan pada sumber sekunder eksternal menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi, yakni menempatkan produksi Saudi di angka 7,276 juta bph pada bulan Agustus.
Ancaman yang terus meningkat terhadap Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb telah memicu lonjakan harga minyak.
Harga minyak mentah Brent ditutup naik 6,3 menjadi USD107,63 per barel pada hari Kamis, sementara West Texas Intermediate melonjak ke angka USD102,48. Kedua acuan harga tersebut mencapai level tertinggi sejak bulan Mei.Gejolak ini telah mengubah pola aliran energi global. Pekan ini, Rusia meluncurkan pengiriman pertama dari proyek raksasa Vostok Oil di Arktik, yang membuka rute ekspor baru melalui Jalur Laut Utara (Northern Sea Route).
Menurut Rosneft, rute ini kelak dapat memasok minyak dalam jumlah yang setara dengan sekitar 730 juta barel per tahun.
Sementara itu, Amerika Serikat telah mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti milik Venezuela melalui kesepakatan investasi berskala besar.
Presiden Donald Trump menyebut minyak tersebut sebagai "hadiah" yang akan membantu mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis Amerika.
Pasokan tambahan tersebut pada akhirnya dapat meredakan tekanan pada pasar global. Namun, dampak kejutan jangka pendeknya sudah mulai dirasakan oleh konsumen di AS.
Menurut GasBuddy, harga rata-rata nasional untuk bahan bakar solar melampaui USD6 per galon—rekor tertinggi yang pernah tercatat—pada hari Kamis, setelah mengalami kenaikan hampir 60 sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada akhir Februari.
Baca juga: Hamas Tolak Kemungkinan Penundaan Pemilu Legislatif Palestina







