Biksu Top Thailand Ditangkap karena Gelapkan Dana Kuil Rp49 Miliar dan Terlibat Skandal Seks
Kepolisian Thailand telah menangkap biksu senior Phra Wachirayan Wi atas tuduhan menggelapkan dana sebesar USD2,8 juta (lebih dari Rp49 miliar) yang diperuntukkan bagi kuilnya.
Polisi juga menangkap seorang perempuan yang diduga menjadi kaki tangannya sekaligus memiliki hubungan seksual dengan biksu tersebut.
Baca Juga: Siswa Umbar Tembakan di Sekolah Elite Thailand, 7 Orang Tewas, 15 Luka
Kasus ini menjadi skandal terbaru yang mengguncang kalangan pemuka agama Buddha di Thailand, negara mayoritas beragama Buddha di Asia Tenggara.
Tahun lalu, kasus skandal seks dan pemerasan yang melibatkan sejumlah biksu senior memicu kemarahan publik serta desakan agar pengelolaan keuangan kuil diawasi lebih ketat.Phra Wachirayan Wi (66) adalah kepala Wat Phutthaisawan, kuil yang berasal dari abad ke-14 di bekas ibu kota Ayutthaya. Penyidik utama kepolisian, Pattanasak Bupphasuwan, mengatakan biksu senior itu ditangkap pada hari Kamis atas sejumlah tuduhan, termasuk penggelapan dan pencucian uang.Seorang perempuan berusia 47 tahun yang diduga membantu mengubah penampilan dan menyembunyikan uang tersebut juga ditangkap.
Rekaman CCTV yang bocor dan memperlihatkan keduanya berhubungan seksual di atas sebuah meja di kediaman sang biksu telah disiarkan secara luas oleh media Thailand.
Di Thailand, para biksu Buddha bersumpah untuk menjalani hidup selibat dan meninggalkan kepemilikan materi.
Kepolisian mulai menyelidiki Phra Wachirayan pada pertengahan Juli setelah menerima laporan anonim yang menuduhnya melakukan pelanggaran moral serta menyalahgunakan dana kuil.
Pattanasak, yang menjabat komandan Divisi Pemberantasan Kejahatan Kepolisian Thailand, mengatakan penyidik menemukan dua aliran dana yang berkaitan dengan kuitansi donasi yang diterbitkan atas nama kuil.Sekitar 89 juta baht atau USD2,69 juta disebut telah disumbangkan untuk renovasi kuil. Selain itu, terdapat 2,8 juta baht yang berasal dari pembayaran untuk jimat Buddha dan benda-benda sakral lainnya.
“Namun, uang dari kedua aliran tersebut tidak pernah masuk ke rekening kuil—tidak satu baht pun,” kata Pattanasak dalam konferensi pers pada Jumat (11/9/2026), yang dikutip AFP.
Dia mengatakan aparat telah menyita aset senilai sekitar 215 juta baht, termasuk 16 kilogram emas batangan dan perhiasan, serta 28 sertifikat hak atas tanah.
Kepolisian masih menyelidiki aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang sebenarnya milik kuil.
“Kami akan memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak lain yang terlibat dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap agama Buddha,” kata Komisaris Biro Investigasi Pusat, Nattasak Chaowanasai.Wat Phutthaisawan merupakan salah satu kuil kerajaan yang cukup terkenal dan memiliki banyak pengikut, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, polisi, serta personel militer.
Mantan kepala kuil tersebut, yang juga dikenal dengan nama Luang Pho Atichot, terkenal karena membuat jimat. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dilaporkan termasuk orang yang pernah mengenakan jimat buatannya.
Sang kepala kuil dicopot dari status kebiksuannya tak lama setelah ditangkap.
Tahun lalu, polisi menangkap seorang perempuan yang dituduh memeras sedikitnya 11 biksu yang pernah berhubungan seksual dengannya. Perempuan tersebut diduga memeras hampir USD12 juta dana kuil dari para biksu tersebut dalam kasus yang mengguncang Thailand.







