Perang Memanas, Houthi Kendalikan Seluruh Garis Pantai Laut Merah Yaman

Perang Memanas, Houthi Kendalikan Seluruh Garis Pantai Laut Merah Yaman

Global | sindonews | Jum'at, 11 September 2026 - 17:31
share

Koresponden Al Jazeera di lapangan melaporkan kelompok Houthi telah menyapu bersih wilayah terakhir di pesisir Laut Merah Yaman. Houthi menuntaskan serangan selama 18 jam yang memberi mereka kendali penuh atas seluruh garis pantai Laut Merah.

Dengan pasukan pemerintah Yaman yang telah meninggalkan Mocha, para pejuang Houthi hanya menghadapi sedikit perlawanan saat bergerak ke selatan.

Houthi merebut Dhubab dan kemudian Murad, kota pesisir terakhir yang sebelumnya masih dikuasai pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi.

Pasukan angkatan laut Yaman yang didukung Saudi menindaklanjuti dengan bergerak ke arah lepas pantai, merebut Pulau Mayyun di Selat Bab al-Mandeb, serta bertempur untuk menguasai Pulau Zuqar, tempat bentrokan masih berlangsung.

“Keberhasilan Houthi dalam merebut dan mempertahankan kendali atas Mocha—kota pelabuhan Laut Merah yang strategis—menunjukkan mereka telah memperoleh kemampuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Mohamad Elmasry, profesor di program Studi Media di Doha Institute for Graduate Studies."Menurut saya, ini adalah kekuatan tempur yang mungkin lebih maju dibandingkan kekuatan yang dihadapi Saudi sekitar satu dekade lalu," kata Elmasry kepada Al Jazeera.

"Mereka tidak hanya memiliki 'petarung lapangan yang sangat tangguh, tetapi juga telah memperoleh persenjataan dari Iran selama beberapa tahun terakhir; mereka memiliki sistem pertahanan udara serta persenjataan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang mengesankan," tambah Elmasry.

Dia menjelaskan, "Saya rasa [kemajuan ini] mengindikasikan Houthi memiliki kemampuan yang signifikan, dan justru pasukan pemerintah-lah yang sedang mundur."

Kelompok Houthi memanfaatkan situasi kawasan yang sedang "teralih perhatiannya" oleh konflik AS-Israel melawan Iran untuk melancarkan serangan mereka, menurut sang profesor.

“Meskipun menerima dukungan besar dari Iran, mereka sama sekali bukan boneka pemerintah Iran. Mereka memiliki tujuan nasional dan konflik internal mereka sendiri yang terlepas dari apa pun yang terjadi di Iran," ujar Elmasry.

Baca juga: 5 Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB Bentrok Soal Mekanisme Sanksi Iran

Topik Menarik