Kondisi Jantung Memburuk, Istri Nicolas Maduro Minta Dibebaskan dari Penjara AS

Kondisi Jantung Memburuk, Istri Nicolas Maduro Minta Dibebaskan dari Penjara AS

Global | sindonews | Jum'at, 11 September 2026 - 11:31
share

Mantan Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores, meminta dibebaskan dari penjara selama dirinya dan suaminya menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba di Amerika Serikat (AS).

Istri mantan Presiden Nicolas Maduro tersebut dinilai layak mendapat kesempatan untuk menunggu persidangannya dalam tahanan rumah sambil menjalani perawatan penyakit jantung yang kondisinya memburuk sejak dia dipenjara.

Baca Juga: Maduro Berpose Salam 2 Jari dari Penjara AS: 'Kami Tetap Kuat, Venezuela Akan Bangkit'

Hal tersebut disampaikan pengacaranya, Mark Donnelly dan Andres Sanchez, dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada Rabu waktu AS, yang dikutip AFP, Jumat (11/9/2026).

Kedua pengacara tersebut meminta hakim mengizinkan Flores meninggalkan penjara federal di Brooklyn dan menjalani tahanan rumah di wilayah hukum pengadilan federal Manhattan. Flores dan Maduro dijadwalkan menjalani persidangan di pengadilan tersebut pada Juni tahun depan.

Menurut para pengacaranya, selama menjalani tahanan rumah, Flores akan berada di bawah pengawasan bersenjata selama 24 jam sehari dan hanya diperbolehkan menerima kunjungan dari orang-orang yang telah disetujui pengadilan serta jaksa federal.Rumah tersebut, lanjut mereka, juga akan dipantau melalui kamera video, sementara seluruh percakapan telepon Flores akan direkam.

Jaksa federal hingga kini belum mengajukan tanggapan atas permohonan tersebut. Juru bicara kantor jaksa AS di Manhattan menolak memberikan komentar.

Hakim Alvin K Hellerstein juga belum memutuskan permohonan Flores.

Flores (69) dan Maduro (63) telah ditahan di sebuah penjara di Brooklyn sejak pasukan khusus AS menangkap mereka dalam penggerebekan tengah malam di kediaman mereka di Caracas pada awal Januari. Keduanya kemudian dibawa ke New York City.

Keduanya telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan bahwa mereka terlibat dalam konspirasi untuk mengirim kokain ke Amerika Serikat.Dalam pengajuan terpisah ke pengadilan, mereka baru-baru ini meminta agar dakwaan terhadap mereka dibatalkan dengan alasan memiliki kekebalan hukum sebagai pemimpin dan ibu negara dari sebuah negara asing.

Pengacara Flores mengatakan klien mereka telah bertahun-tahun menderita prolaps katup mitral, tetapi sejak ditangkap dan ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, dia tidak lagi mendapatkan suntikan bulanan yang diperlukan untuk menangani kondisi tersebut.

Sebagai gantinya, Donnelly dan Sanchez mengatakan Flores diberikan aspirin dosis rendah, statin, diltiazem, serta nitrogliserin sesuai kebutuhan ketika mengalami nyeri dada.

Flores juga terus mengalami refluks dan gastritis, kehilangan dua gigi geraham, serta mengalami penurunan berat badan lebih dari 25 pon atau sekitar 11,3 kilogram.

Pengacaranya mengatakan para dokter telah menyarankan Flores menjalani kateterisasi jantung, yang berpotensi dilanjutkan dengan prosedur jantung lainnya."Jika prosedur tersebut dilakukan, Flores akan membutuhkan waktu yang cukup untuk pulih dari setiap tindakan medis dalam lingkungan yang mendukung pemulihan kesehatannya," kata kedua pengacara Flores.

Donnelly dan Sanchez mengakui bahwa petugas penjara telah memperlakukan Flores dan suaminya dengan sangat hormat. Mereka juga menulis bahwa Flores tidak menyangkal dirinya telah mendapatkan perawatan yang sangat baik dari tenaga medis di penjara maupun rumah sakit.

Namun, kedua pengacara tersebut berpendapat, “Pusat penahanan tidak memiliki kondisi yang diperlukan untuk pemulihan seperti itu.”

Topik Menarik