Iran Hancurkan Kapal Mata-Mata Saildrone AS di Pintu Masuk Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya telah menghancurkan kapal pengintai nirawak Saildrone Explorer milik Amerika Serikat (AS) di pintu masuk Selat Hormuz pada hari Kamis. IRGC juga merilis rekaman video yang memperlihatkan kapal nirawak tersebut terbakar di tengah laut.
Angkatan Laut IRGC mengatakan kapal nirawak dengan nomor lambung 5838 itu diserang ketika beroperasi di dekat jalur perairan Selat Hormuz. Media pemerintah Iran menyebutnya sebagai drone pengintai Amerika, tetapi militer AS belum mengonfirmasi kehilangan aset tersebut.
Baca Juga: Unit 4000 IRGC Iran Disebut Targetkan Tanjung Priok Indonesia, Benarkah?
“Dalam beberapa hari terakhir, militer teroris dan agresor Amerika, karena takut mendekati dan berhadapan dengan para pejuang Islam, telah mengerahkan kapal-kapal nirawaknya ke Selat Hormuz,” kata IRGC, yang dikutip Russia Today, Jumat (11/9/2026).
IRGC menegaskan jalur perairan strategis tersebut tetap berada di bawah kendali dan “pengawasan intelijen” Teheran. IRGC juga memperingatkan, “Setiap kehadiran bermusuhan di selat strategis ini akan menjadi sasaran.”Saildrone Explorer memiliki panjang sekitar 7 meter dan merupakan kapal permukaan nirawak yang dilengkapi kamera, sensor, serta sistem komunikasi untuk melakukan pengawasan dan pengintaian maritim.Angkatan Laut AS sebelumnya telah mengoperasikan platform tersebut melalui Task Force 59 dari Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain. Satuan tugas tersebut mengintegrasikan sistem nirawak dan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer regional.
Insiden terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah IRGC menangkap drone bawah laut milik AS di pintu masuk Selat Hormuz.
Rekaman video yang dirilis Teheran memperlihatkan apa yang tampak sebagai Dive-LD, kendaraan bawah laut otonom buatan Anduril yang mulai digunakan pada 2025.
Pentagon mengakui kehilangan kendaraan bawah laut tersebut. Namun, Pentagon mengatakan perangkat itu sudah tua dan mengalami kerusakan serta tidak membawa data sensitif maupun peralatan yang diklasifikasikan sebagai rahasia.
Serangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan maritim antara Washington dan Teheran.AS telah menghancurkan beberapa kapal tanker minyak Iran setelah menuduh IRGC menembakkan rudal balistik ke kapal-kapal perang Amerika. Sementara itu, Iran menyerang kapal-kapal AS dan kapal tanker komersial yang dituduh melanggar pembatasan di sekitar Selat Hormuz.
Konfrontasi tersebut telah mengganggu secara serius lalu lintas pelayaran di salah satu koridor energi terpenting dunia dan mendorong harga minyak mentah Brent menembus USD107 per barel.
Di kawasan yang lebih jauh ke barat, kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran juga semakin memperketat kendalinya atas Bab al-Mandeb, titik sempit strategis lainnya yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.








