Harga Minyak Naik Tajam setelah Fasilitas Saudi Aramco Diserang Houthi

Harga Minyak Naik Tajam setelah Fasilitas Saudi Aramco Diserang Houthi

Global | sindonews | Selasa, 8 September 2026 - 18:00
share

Minyak mentah Brent diperdagangkan pada harga USD99 per barel di pasar berjangka internasional per pukul 08.00 GMT pada Selasa (8/9/2026). Ini lonjakan tajam setelah serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Pada hari Senin, harga minyak mentah berjangka Brent sempat naik ke angka USD98,06 sebelum ditutup pada USD97. Pada saat yang sama, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Oktober berada di angka USD94,47.

Harga minyak terus merangkak naik seiring dengan tidak adanya tanda-tanda berakhirnya konflik AS dengan Iran serta meningkatnya pertempuran antara pemberontak Houthi yang didukung Teheran dan pasukan yang didukung Riyadh.

Kelompok Houthi menyatakan mereka menganggap Arab Saudi bertanggung jawab setelah melancarkan 121 serangan udara yang mencakup wilayah dari provinsi Marib hingga al-Bayda kemarin.

Menurut kelompok asal Yaman tersebut, Arab Saudi memberikan dukungan serta pasokan senjata dan kekuatan udara kepada angkatan bersenjata pemerintah yang diakui koalisi pimpinan Arab Saudi, dengan tujuan mengusir Houthi dari wilayah-wilayah yang mereka kuasai.Di wilayah utara, kabar utamanya adalah kemajuan terbaru militer Yaman yang didukung Saudi, yang berhasil merebut posisi strategis penting.

Di provinsi al-Jawf yang dikuasai Houthi, serangan darat pemerintah bertujuan menciptakan keseimbangan wilayah, mengingat kelompok Ansar Allah (Houthi) tidak memusatkan seluruh kekuatan militernya di sebelah barat Taiz.

Sebelumnya, Houthi telah merebut wilayah yang cukup luas di kawasan yang berada di bawah kendali tentara Yaman tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Yaman telah melancarkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah yang sempat hilang, sekaligus melancarkan serangan kejutan dan membuka front baru di al-Jawf, yang dipandang sebagai pintu gerbang menuju ibu kota Sanaa.

Baca juga: Iran Akan Deklarasikan Zona Terlarang Baru di Luar Selat Hormuz

Topik Menarik