Rusia Luncurkan Perang Hibrida, NATO: Kita Akan Merespons Tegas

Rusia Luncurkan Perang Hibrida, NATO: Kita Akan Merespons Tegas

Global | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 01:10
share

Anggota NATO tidak boleh menoleransi perang hibrida yang disengaja, dan AS akan mendukung sekutu yang menghadapi insiden semacam itu. Itu diungkapkan Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker pada hari Sabtu.

Berbicara di sela-sela konferensi bisnis di Italia, Whitaker mengatakan insiden drone bulan lalu di Bandara Leipzig/Halle Jerman—yang oleh Berlin dituduhkan sebagai ulah Rusia—lebih mengkhawatirkan dibandingkan insiden baru-baru ini yang melibatkan drone Rusia yang menyimpang ke wilayah udara NATO saat menargetkan Ukraina.

"Lalu ada apa yang saya sebut sebagai tindakan hibrida yang lebih mengkhawatirkan seperti yang kita lihat di Leipzig, seperti yang telah kita lihat di Polandia," kata Whitaker, menurut laporan yang dirilis oleh NTD News.

Dia mendesak anggota NATO untuk tetap waspada dan merespons dengan tegas ketika tindakan bermusuhan teridentifikasi.

"Jika kita bisa mengidentifikasi siapa pelakunya—seperti yang dilakukan Jerman—kita memastikan untuk menyatakan dengan tegas bahwa hal itu tidak dapat diterima dan kita tidak akan menoleransinya," ujarnya, dilansir Anadolu.

Whitaker juga memperingatkan bahwa infrastruktur penting, termasuk fasilitas energi, bisa menjadi sasaran dan mengatakan otoritas nasional harus memantau lokasi-lokasi tersebut. Meskipun respons tetap menjadi tanggung jawab nasional, dia mengatakan Washington akan mendukung sekutu yang menghadapi tindakan semacam itu.

Jerman menuduh badan intelijen Rusia merencanakan insiden Bandara Leipzig pada 5 Agustus dan mengumumkan sejumlah langkah, termasuk penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn serta pengakhiran perjanjian yang mencakup pusat budaya dan informasi Rusia, termasuk Russian House di Berlin.

Rusia menolak tuduhan tersebut sebagai hal yang "tidak berdasar, tidak masuk akal, dan irasional." Kedutaan Besar Rusia di Jerman menyatakan bahwa Berlin tidak memberikan bukti apa pun dan menyebut langkah-langkah tersebut sebagai "eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya" dalam hubungan bilateral. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova secara terpisah memperingatkan bahwa Jerman akan menerima "tanggapan yang setimpal."

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menolak tuduhan Jerman, dengan mengatakan bahwa tuduhan Berlin terkait upaya serangan drone tersebut terutama didorong oleh situasi politik domestik Jerman.

Topik Menarik