Kapal Induk AS Diserang Rudal Iran, Amerika Balas Gempur 3 Tanker Minyak Teheran
Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah menyerang tiga kapal tanker minyak Iran sebagai balasan setelah kapal induk dan kapal perang Washington menjadi sasaran serangan rudal Teheran.
Insiden saling serang terbaru ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia. Militer AS memperingatkan bahwa jika diperlukan, pihaknya akan menghancurkan armada minyak Iran yang terbatas dan terekspos.
Baca Juga: Trump Sebut Perang Iran Masalah Kecil
Menurut militer AS, sebuah kapal induk dan kapal perusak AS berhasil menghindari beberapa serangan Iran yang tidak diprovokasi saat melakukan patroli di kawasan tersebut. Tidak ada personel AS yang terluka.
Pentagon mengeklaim dua kapal tanker minyak Iran dinonaktifkan secara permanen. Sedangkan kapal tanker ketiga, yang sedang dalam kondisi kosong tanpa muatan, dihancurkan.AS mengatakan kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari jaringan bawah tanah yang membantu membiayai Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang kuat serta kelompok-kelompok proksi bersenjata yang beroperasi di berbagai wilayah kawasan.“Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika, dan jika diperlukan, menghancurkan armada minyak Iran yang terbatas dan terekspos,” kata Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, dalam sebuah pernyataan, Minggu (6/9/2026)
Pengumuman CENTCOM muncul setelah sebelumnya Iran melaporkan bahwa AS menyerang sebuah kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg di Teluk Persia. Tasnim, kantor berita yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), melaporkan serangan itu terjadi pada Sabtu pagi. Menurut laporan tersebut, seluruh awak kapal selamat dan sedang dievakuasi.
Militer AS mengatakan satu kapal tanker diserang di lepas pantai Pulau Kharg, sementara kapal lainnya dihantam di dekat Jask. Kapal tanker yang tidak membawa muatan diserang di Teluk Oman. Dalam pernyataannya, militer AS juga membagikan rekaman video yang disebutnya sebagai bukti serangan tersebut.
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Stasiun televisi pemerintah Iran kemudian melaporkan pada hari Minggu bahwa Iran menargetkan tiga kapal tanker minyak dan tiga kapal Amerika sebagai respons terhadap serangan AS. Klaim tersebut belum dikonfirmasi resmi baik oleh Iran maupun AS.
Serangan terbaru terjadi hampir sepekan setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan, menyusul sekitar satu bulan situasi relatif tenang dalam perang yang berlangsung secara putus-sambung dan dimulai dengan serangan AS serta Israel pada Februari. Upaya untuk melakukan perundingan telah gagal.Salah satu serangan menghantam sebuah pesta pernikahan di Iran selatan pada Selasa, menewaskan empat orang, termasuk seorang anak-anak, serta melukai puluhan lainnya. Menurut para pejabat Iran, serangan itu dilakukan oleh AS.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa “terkadang hal-hal terjadi” ketika ditanya pada Kamis apakah serangan AS bertanggung jawab atas tewasnya orang-orang dalam perayaan pernikahan tersebut.
Serangan terhadap warga sipil yang kembali terjadi juga memunculkan sorotan baru terhadap serangan AS pada 28 Februari di Minab yang menghantam kompleks sekolah dan menewaskan sedikitnya 156 orang, sebagian besar merupakan siswa sekolah.
Penyelidikan awal militer AS menemukan bahwa serangan tersebut terjadi akibat kesalahan penargetan setelah koordinat yang sudah kedaluwarsa mengidentifikasi sekolah tersebut sebagai bagian dari pangkalan Angkatan Laut Garda Revolusi yang berada di dekatnya. Pentagon saat itu mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Namun, laporan lengkapnya belum dipublikasikan.










