Anggota Kongres AS Pertanyakan Klaim Trump soal Iran adalah Negara Gagal

Anggota Kongres AS Pertanyakan Klaim Trump soal Iran adalah Negara Gagal

Global | sindonews | Sabtu, 5 September 2026 - 13:29
share

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Ted Lieu mempertanyakan klaim pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa "Iran adalah negara gagal". Dia bertanya, "Lalu bagaimana bisa Iran terus meluncurkan pesawat nirawak (drone) dan rudal ke pangkalan serta sekutu kita?"

Saat berbicara dengan saluran penyiaran AS MS Now, Lieu berkata, "Bagaimana mungkin harga rata-rata bensin di seluruh Amerika mencapai USD4,12?"

"Gedung Putih jelas tidak mengatakan yang sebenarnya," tambahnya. "Mereka harus berterus terang kepada rakyat Amerika. Bagaimana kita akan keluar dari perang tanpa akhir dengan Iran ini, alih-alih terus saling melancarkan serangan?"

Sementara itu, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman telah menyusun rancangan resolusi untuk kemungkinan dipertimbangkan Dewan Gubernur badan pengawas nuklir PBB.

Resolusi ini bertujuan merujuk masalah Iran ke Dewan Keamanan PBB karena kegagalan Iran mematuhi kewajiban non-proliferasi nuklirnya, demikian disampaikan para diplomat kepada kantor berita Associated Press (AP).Berdasarkan kewajiban tersebut—yang merupakan bagian dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT)—Iran secara hukum terikat untuk mendeklarasikan semua material dan aktivitas nuklirnya serta mengizinkan inspektur dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina untuk memverifikasi bahwa tidak ada material yang dialihkan dari tujuan damai, menurut laporan AP tersebut.

Rancangan resolusi itu meminta Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi untuk menyampaikan resolusi ini serta resolusi-resolusi yang telah diadopsi sebelumnya kepada seluruh anggota badan tersebut, Dewan Keamanan, dan Majelis Umum PBB, sesuai dengan ketentuan yang relevan dalam Statuta IAEA.

Para diplomat mengatakan resolusi tersebut masih dalam tahap negosiasi dan belum diajukan secara resmi kepada dewan.

Oleh karena itu, isi rancangan resolusi masih bisa berubah, mengingat anggota dewan masih memiliki kesempatan untuk mengusulkan amendemen.

Baca juga: Vance Akui AS Hampir Tak Pernah Memenangkan Perang dalam 42 Tahun Terakhir

Topik Menarik