Kapal Perang Turki Dekati dan Paksa Kapal Angkatan Laut Israel Ubah Rute di Mediterania

Kapal Perang Turki Dekati dan Paksa Kapal Angkatan Laut Israel Ubah Rute di Mediterania

Global | sindonews | Selasa, 1 September 2026 - 08:05
share

Kapal-kapal perang Turki telah mendekati dan memaksa beberapa kapal Angkatan Laut Israel mengubah rute di Laut Mediterania. Konfrontasi laut ini diungkap Israeli Public Broadcasting Corporation (Kan).

Laporan Kan, yang tidak merinci kapan dan titik konfrontasi itu terjadi, muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara serta bertambahnya kehadiran Angkatan Laut Turki di Mediterania Timur.

Baca Juga: Presiden Erdogan: Militer Turki Paling Unggul di Kawasan

Sejumlah media Israel baru-baru ini melaporkan beberapa pertemuan yang melibatkan kapal Angkatan Laut Turki dan Israel di perairan internasional. Tidak ada satu pun insiden yang dilaporkan tersebut berujung pada konfrontasi militer secara langsung.

Laporan-laporan tersebut menafsirkan aktivitas angkatan laut Turki sebagai sinyal tekad Ankara untuk menegaskan kehadiran dan kepentingan strategisnya di kawasan tersebut.

Roy Sharon, koresponden dan analis urusan militer dan keamanan untuk Kan, mengatakan bahwa Turki telah meningkatkan kehadiran Angkatan Laut-nya di Mediterania melalui latihan militer yang sedang berlangsung dan pengerahan kapal perang secara besar-besaran."Semakin banyak latihan militer, semakin besar kehadiran mereka—kapal-kapal Turki—di Laut Mediterania," kata Sharon, sebagaimana dikutip dari Roya News, Selasa (1/9/2026).

"Terkadang mereka bahkan unjuk kekuatan di zona pelayaran kapal Angkatan Laut Israel. Terkadang mereka mendekat, terkadang mereka memberi isyarat mengenai rute," paparnya.

Menurutnya, Angkatan Laut Israel juga telah meningkatkan tingkat kesiagaannya sebagai respons, di tengah kekhawatiran bahwa situasi tersebut dapat berkembang menjadi konfrontasi operasional di laut dengan Turki.

Ketegangan antara kedua negara meningkat menyusul kritik berulang kali dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk terkait perang di Jalur Gaza dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Topik Menarik