Apakah AS Akan Mengebom Nuklir Iran? Ini Jawaban Trump
Presiden Donald Trump angkat bicara terkait laporan bahwa Amerika Serikat (AS) membuka opsi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran sebagai cara untuk menaklukkan republik Islam tersebut. Trump dengan tegas menepis kemungkinan penggunaan senjata pemusnah massal tersebut.
Tak hanya menolak opsi serangan nuklir, presiden Amerika itu juga meluapkan kekesalannya kepada wartawan yang menanyakan hal tersebut dalam sebuah acara di Oval Office Gedung Putih pada hari Senin.
Baca Juga: Eks Anggota Kongres: AS Sedang BahasSerangan Nuklir terhadap Iran
"Saya tidak akan pernah mengatakan hal itu. Tapi jawabannya ya. Saya menepis kemungkinan itu—tidak ada alasan untuk melakukannya," kata Trump saat ditanya apakah dia bisa memastikan tidak akan menggunakan senjata nuklir terhadap Iran.
"Sungguh pertanyaan yang bodoh. Lihatlah, mereka sudah kalah total secara militer. Jadi sekarang, setelah saya mengalahkan mereka, haruskah saya menggunakan senjata nuklir untuk menghantam mereka? Pertanyaan yang bodoh sekali," lanjut Trump, yang dilansir USA TODAY, Selasa (1/9/2026).Satu-satunya saat Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir dalam perang adalah terhadap Jepang pada tahun 1945 untuk mengakhiri Perang Dunia II, yang menewaskan sekitar lebih dari 200.000 orang dan memicu upaya global selama beberapa dekade untuk mencegah perang nuklir.Pemerintahan Trump tidak memberikan indikasi bahwa serangan nuklir menjadi opsi yang dipertimbangkan terkait Iran. Mantan anggota Kongres dari Georgia, Marjorie Taylor Greene—yang dulunya sekutu namun kini menjadi pengkritik Trump—bulan ini menuding bahwa pemerintahan Trump telah membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi. Namun, Greene tidak menyajikan bukti yang mendukung klaimnya, dan Gedung Putih menepis pernyataan tersebut.
Sejak awal konflik, Trump menyatakan bahwa tujuan operasi militer AS terhadap Iran adalah untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel pasti sudah musnah," ujar Trump.
"Dan suatu saat nanti mereka akan menyerang kota-kota kita karena mereka adalah orang-orang yang sakit jiwa," paparnya.
Meskipun Trump mengesampingkan kemungkinan perang nuklir, sebelumnya pada hari itu sang presiden mengisyaratkan rencana untuk menyerang Iran sebagai balasan atas serangan balasan Iran terhadap dua pangkalan AS di Yordania.
Serangan rudal dan drone tersebut—yang diklaim AS berhasil dicegat sebelum menghantam sasaran di Yordania—dilakukan sebagai respons atas tindakan pasukan AS yang menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak. Ini merupakan kali pertama Amerika Serikat menyerang Iran sejak 30 Juli.









