Wanita Berpisau Mengamuk di Times Square, Tusuk 2 Orang lalu Ditembak Mati
Seorang wanita bersenjatakan pisau mengamuk di Times Square, New York City, Amerika Serikat (AS), pada Senin sore waktu setempat. Dia menusuk dua orang, dengan salah satunya tewas, sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.
Serangan ini terjadi sekitar pukul 16.27 di dekat West 42nd Street dan Seventh Avenue, salah satu persimpangan tersibuk di kawasan wisata Manhattan.
Baca Juga: Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Menurut keterangan Departemen Polisi New York (NYPD), pelaku serangan—yang digambarkan polisi sebagai wanita dengan gangguan emosional—mengeluarkan dua pisau dapur dari tas belanja sebelum menyerang dua orang yang sedang melintas.
Polisi menyatakan bahwa dia menusuk perut seorang pria berusia 68 tahun, lalu dengan cepat beralih menyerang seorang wanita berusia 32 tahun dan menusuk perutnya juga. Kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit, namun korban wanita meninggal dunia akibat luka-lukanya, sementara korban pria dilaporkan sudah stabil.Pelaku serangan kemudian melarikan diri ke arah pos polisi NYPD di Times Square, tempat para petugas menghadapinya saat dia masih memegang kedua pisau tersebut.Video dari lokasi kejadian memperlihatkan petugas berulang kali memerintahkan wanita itu untuk menjatuhkan senjatanya. Setidaknya satu petugas menggunakan Taser untuk mencoba melumpuhkannya, namun upaya tersebut gagal membuat wanita itu tak berdaya. Wanita tersebut kemudian bergerak maju ke arah petugas sambil mengacungkan pisau, yang memicu beberapa petugas untuk melepaskan tembakan.
Pelaku jatuh tak sadarkan diri di lokasi kejadian—tempat petugas memberikan pertolongan pertama—lalu dilarikan ke rumah sakit. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka-lukanya.
Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan kehadiran polisi dalam jumlah besar, di mana jalan-jalan di sekitar area tersebut ditutup sementara para penyelidik bekerja di tempat kejadian.
Polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun para korbannya kepada publik. Pihak berwenang menyatakan bahwa serangan tersebut tampaknya terjadi secara acak dan tidak diyakini terkait dengan terorisme.
"Saat ini, masih dalam penyelidikan aktif dan sedang berlangsung," kata seorang juru bicara NDYP kepada AFP, yang dilansir Selasa (1/9/2026).









