Eks PM Zionis Akui Citra Israel Hancur: Identik dengan Genosida hingga Pembunuh Bayi

Eks PM Zionis Akui Citra Israel Hancur: Identik dengan Genosida hingga Pembunuh Bayi

Global | sindonews | Selasa, 1 September 2026 - 14:46
share

Mantan Perdana Menteri (PM) Zionis Israel Naftali Bennett mengakui bahwa citra negaranya telah hancur di luar negeri. Dia mengatakan Israel sekarang diasosiasikan dengan "genosida" dan "pembunuh bayi".

Menurut Bennett, label Israel sebagai "pelaku genosida" sudah ada di benak para mahasiswa Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Kapal Perang Turki Dekati dan Paksa Kapal Angkatan Laut Israel Ubah Rute di Mediterania

“Untuk pertama kalinya sejak berdirinya Negara Israel, di kalangan masyarakat Amerika, Israel telah menjadi sebuah merek negatif,” kata Bennett dalam wawancara dengan media lokal, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (1/9/2026).

“Jika Anda bertanya kepada seorang mahasiswa Amerika, ‘Israel—apa yang terlintas di benak Anda?’ Mereka akan menjawab genosida. Begitulah situasinya,” ujarnya.

Membandingkan persepsi terhadap suatu negara dengan simbol yang biasanya melekat padanya, dia menambahkan, “Anda mengatakan Italia—‘pasta, spaghetti’. Anda mengatakan Israel—‘pembunuh bayi’.”Meski demikian, Bennett menolak persepsi tersebut. “Jelas, itu tidak benar dan tidak adil, tetapi itulah situasinya,” katanya.

Dia juga menyalahkan sebagian perubahan opini publik tersebut pada apa yang disebutnya sebagai pengaruh Qatar di AS.

“Sebagian dari masalah ini terjadi karena kami membiarkan Qatar beroperasi dan membangun pengaruh selama 25 tahun,” kata Bennett.

Wawancara tersebut muncul ketika Israel menghadapi kritik internasional yang semakin keras terkait perang di Gaza dan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Pada Oktober tahun lalu, kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS mulai berlaku di Jalur Gaza.Namun, sejak saat itu, pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel berulang kali telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina di seluruh Gaza dan melukai lebih dari 4.300 lainnya.

Sementara itu, ratusan jenazah warga Palestina yang tewas telah dievakuasi dari bawah reruntuhan infrastruktur yang hancur.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas sejak Israel memulai perang di wilayah pesisir tersebut pada Oktober 2023.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menjadi buronan sejak 2024 setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Topik Menarik