AS Gunakan Strategi Anaconda untuk Lumpuhkan Iran
Ali Akbar Dareini, analis di Pusat Studi Strategis di Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang menggunakan "strategi anaconda" untuk mengakhiri perang yang sejauh ini belum bisa ia menangkan. Pernyataan itu muncul seiring kebuntuan dalam negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran.
"Strategi ini bertujuan mencekik musuh secara ekonomi dan politik sebelum melancarkan serangan militer," ujar Dareini kepada Al Jazeera.
Dia menjelaskan, "Sama seperti cara ular anaconda melilit mangsanya dan membuatnya mati lemas, AS menjalankan strategi ini karena langkah-langkah yang telah diambilnya selama lima bulan terakhir mengalami kegagalan."
Namun, Dareini berpendapat Iran mampu bertahan menghadapi sanksi di masa lalu dan akan kembali mampu melakukannya. "Trump terjebak dalam perang yang tidak bisa ia menangkan dan tidak bisa ia tinggalkan," katanya.
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Paul Musgrave, profesor madya bidang pemerintahan di Georgetown University di Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "akan sangat sulit" bagi Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan "konsekuensi ekonomi" terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran."Trump mencoba menerapkan secara sepihak jenis sanksi terkoordinasi yang biasanya memerlukan koordinasi multilateral—yang berarti harus melibatkan China, Rusia, dan negara-negara P5 Dewan Keamanan PBB," ujarnya, merujuk pada anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Ia menambahkan sanksi-sanksi ini berpotensi "membuahkan hasil" bagi Amerika Serikat jika Trump berhasil menerapkannya.
Musgrave juga menyebutkan "satu keuntungan" bagi AS adalah fakta bahwa "perdagangan Teheran terkonsentrasi pada sejumlah kecil negara, termasuk tentu saja UEA yang telah menangguhkan perdagangan."
Baca juga: Kerajaan Islam Bersiap Rayakan Peringatan 2.000 Tahun Pembaptisan Yesus










