Aksi Trump Sembunyi di Truk Katering Mengejutkan, tapi Bagi Putin Itu Permainan Anak-anak

Aksi Trump Sembunyi di Truk Katering Mengejutkan, tapi Bagi Putin Itu Permainan Anak-anak

Global | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:41
share

Aksi mengelabuhi Iran dengan Air Force One yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerahasiaan yang menyelimuti Presiden Rusia Vladimir Putin, yang obsesinya terhadap keamanan telah mencapai tingkat baru dalam beberapa tahun terakhir.

Saat Trump bertolak dari KTT NATO di Turki bulan lalu, dia beralih dari pesawat kepresidenan Air Force One ke pesawat militer setelah badan intelijen Amerika dan Turki memberitahu bahwa Iran berencana menembakkan rudal ke arah Air Force One. Dalam proses pindah pesawat itu, Trump disembunyikan di truk katering di bandara Ankara dalam taktik pengelabuhan yang rumit.

Baca Juga: Rudal Iran Bidik Air Force One, Alasan di Balik Trump Sembunyi di Truk Katering

Pengelabuan terkait Air Force One yang dilakukan Trump merupakan episode mengejutkan dalam praktik penipuan resmi pemerintah Amerika.

Namun, hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerahasiaan yang menyelimuti Putin, yang aktivitasnya diselimuti begitu banyak misteri sehingga para jurnalis bahkan mencoba melacak keberadaannya dengan mengamati layu atau tidaknya tanaman di kantornya.

Itulah metode yang digunakan sejumlah wartawan tahun ini ketika mereka berusaha memastikan apakah pertemuan-pertemuan Putin yang ditayangkan di televisi benar-benar berlangsung pada waktu yang diklaim Kremlin.

Perubahan yang tampak pada tingkat pelayuan daun tanaman di kantor Putin menunjukkan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut sebenarnya berlangsung dalam urutan dan pada hari yang berbeda.

Bagi Putin, tipu daya semacam itu sudah menjadi hal yang biasa. Sebaliknya, Gedung Putih mendapat kritik karena tidak mengungkapkan pergantian pesawat rahasia Trump di landasan bandara Ankara bulan lalu hingga The Washington Post membongkar cerita tersebut pekan ini.“Dibandingkan dengan Rusia,” kata Mikhail Rubin, seorang wartawan investigasi Rusia, “ini permainan anak-anak.”

Rubin dan wartawan lainnya menemukan bahwa Putin melengkapi tempat tinggalnya dengan sejumlah kantor yang hampir identik sehingga rekaman video pertemuan tidak dapat mengungkapkan lokasi sebenarnya.

Menurut laporan media dan citra satelit, aparat keamanan Putin juga telah mengembangkan kereta api khusus kepresidenan, lengkap dengan jalur rel khusus dan stasiun rahasia di dekat sedikitnya tiga kediaman resminya di berbagai wilayah Rusia.

Para pejabat pemerintah dipaksa ikut memainkan skenario tersebut. Mereka merahasiakan pertemuan dengan Putin hingga pertemuan itu ditayangkan di televisi—terkadang beberapa pekan kemudian—lalu berpura-pura seolah-olah pertemuan tersebut memang berlangsung pada hari yang disebutkan.

Di Rusia, kebohongan resmi mengenai keberadaan presiden “hanyalah Selasa biasa,” kata Farida Rustamova, jurnalis Rusia yang meliput Kremlin dari pengasingan.

Dia melaporkan bahwa orang-orang yang berbicara dengan Putin dalam pertemuan yang ditayangkan di televisi terkadang membahas peristiwa yang sudah lama berlalu. Dalam setidaknya satu kasus, mereka bahkan mengenakan pakaian dan memiliki gaya rambut yang tidak sesuai dengan penampilan mereka dalam kemunculan publik lainnya.

Bahkan ada istilah khusus di kalangan wartawan Rusia untuk pertemuan Putin yang baru ditayangkan setelah beberapa waktu: "konservy" atau “makanan kaleng”.Kremlin sebelumnya membantah telah menipu publik mengenai keberadaan Putin dan tidak menanggapi permintaan komentar.

Kerahasiaan Putin yang Semakin Ekstrem

Saat meliput Putin sebagai koresponden The New York Times yang berbasis di Moskow, Anton Troianovski mendapat gambaran mengenai sejauh mana presiden Rusia itu berusaha menyembunyikan pergerakannya ketika mengunjungi Danau Valdai, tempat dia memiliki kediaman pribadi, pada 2021.

Penduduk setempat bercerita kepada Troianovski mengenai jalur kereta api misterius baru yang dibangun menuju kompleks kediaman Putin.

Citra satelit menunjukkan adanya stasiun baru yang dilengkapi helipad. Namun, stasiun tersebut tidak tercantum dalam jadwal maupun peta jaringan kereta api.

Pada 2023, seorang pembelot dari badan keamanan Rusia yang setara dengan Secret Service, F.S.O., mengeklaim bahwa Putin menggunakan perjalanan dengan kereta api untuk menghindari pelacakan.

Dokumen yang bocor menunjukkan bahwa sebuah kereta lapis baja rahasia yang dirancang untuk digunakan oleh kantor presiden—dicat menyerupai kereta penumpang biasa tetapi dilengkapi pusat kebugaran, spa, dan peralatan komunikasi khusus—digunakan oleh Putin sendiri.

Keterikatan Putin terhadap kerahasiaan dan keamanan tampaknya meningkat selama pandemi. Saat itu, dia mewajibkan para pejabat menjalani karantina selama dua pekan sebelum dapat menemuinya. Isolasi tersebut juga membuat keberadaannya lebih mudah disembunyikan.Situasi tersebut semakin ekstrem sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, terutama ketika drone Ukraina mulai terbang semakin jauh ke dalam wilayah Rusia. Serangan drone itu turut memicu pemadaman internet seluler di sejumlah wilayah dan dilaporkan membatasi perjalanan Putin.

Di Moskow, kini muncul spekulasi bahwa iring-iringan kendaraan besar yang melaju kencang di jalan-jalan kota dan diyakini membawa Putin terkadang sebenarnya hanyalah kendaraan pengalih.

Menurut Rustamova, salah satu sumber saya yang memiliki hubungan dengan Kremlin di Moskow mengatakan hal yang sama.

Rubin pertama kali melaporkan pada 2020 bahwa Putin bekerja dari kantor-kantor yang tampak identik di kediamannya di pinggiran Moskow dan di resor Sochi di Laut Hitam. Hal itu memungkinkan Kremlin berbohong mengenai lokasi sebenarnya sang presiden.

Sebuah laporan Radio Free Europe/Radio Liberty tahun lalu mengungkap lebih banyak detail mengenai upaya penipuan tersebut. Laporan itu menyoroti perbedaan-perbedaan kecil antara kantor-kantor yang tampak identik tersebut—seperti posisi gagang pintu dan sambungan dinding—yang menunjukkan bahwa kantor-kantor itu berada di lokasi berbeda.

Rubin, yang kini berbasis di North Carolina dan menjabat wakil pemimpin redaksi media berita Proekt, pertama kali menyadari tingkat kerahasiaan Putin ketika meliput Kremlin untuk sebuah surat kabar bisnis Rusia sekitar satu dekade lalu.

Suatu ketika, Rubin secara kebetulan melihat anggota Dewan Keamanan Putin tiba untuk sebuah pertemuan. Namun, kantornya baru mengumumkan pertemuan tersebut beberapa hari kemudian, seolah-olah pertemuan itu baru saja berlangsung.Dia kemudian menyadari, katanya, "bahwa citra publik Putin dibuat-buat, itu adalah kebohongan mutlak dari awal hingga akhir.”

Bagi Putin, pengelabuan tersebut bukan hanya soal keamanan, tetapi juga untuk menciptakan kesan bahwa dirinya terus-menerus aktif dan memegang kendali.

Sebaliknya, intensitas pemberitaan media Amerika mengenai presiden merupakan sesuatu yang bahkan sebelum perang Ukraina dan pandemi akan sulit dibayangkan terjadi di Rusia.

Namun, pembatasan media yang dilakukan pemerintahan Trump serta pengelabuan terkait penerbangan sang presiden bulan lalu di Ankara tetap terasa familiar bagi sebagian orang Rusia.

“Putin dalam hal ini adalah karikatur seorang tokoh yang telah membawa segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya ke titik absurditas,” kata Rubin.

“Trump, menurut saya, baru mulai bergerak ke arah tersebut," ujarnya, yang dilansir The New York Times, Kamis (13/8/2026).

Topik Menarik