Eks Diplomat Iran: AS Terperangkap dalam Jebakan Selat Hormuz
Mantan diplomat Iran, Abbas Khameyar, mengatakan Amerika Serikat telah gagal dalam "ujian perang ekonomi dan militer" melawan Iran. Dia menegaskan Teheran tidak akan tunduk pada syarat ataupun ambisi Amerika.
Khameyar mengatakan kepada Al Jazeera bahwa, “Selat Hormuz berfungsi sebagai kartu penangkal yang berhasil mengubah arah agresi dan menetapkan kembali aturan main."
Washington telah melanggar komitmen sebelumnya, ujarnya, seraya menambahkan kewajiban hanya dapat dipenuhi melalui negosiasi serius yang dilakukan dengan iktikad baik.
Menurut mantan diplomat tersebut, AS pada akhirnya "terperangkap dalam jebakan Selat Hormuz" dalam perjalanan konflik tersebut.
Sementara itu, Senator AS Richard Blumenthal menuntut penjelasan dari para pejabat tinggi pertahanan AS terkait kondisi kehidupan yang buruk di atas kapal USS Abraham Lincoln setelah penugasan selama 250 hari di laut.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik Prancis dan negara-negara Barat lainnya, serta memperingatkan dukungan mereka terhadap tindakan militer Israel melunturkan kredibilitas moral mereka dalam isu hak asasi manusia.
Pejabat intelijen AS menyatakan keraguan mengenai dugaan ancaman pembunuhan terhadap Trump oleh Iran—yang disampaikan Israel dan memicu langkah rahasia untuk mengevakuasinya dari Turki menggunakan pesawat militer alternatif—menurut laporan The Washington Post.
Harga minyak terus menunjukkan tren penurunan; harga minyak mentah berjangka Brent turun sebesar USD1,29 atau 1,5 persen menjadi USD87,69 per barel.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah darat maupun ruang udaranya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Baca juga: Aksi Trump Sembunyi di Truk Katering Mengejutkan, tapi Bagi Putin Itu Permainan Anak-anak








