Apa Itu Passex? Latihan Gabungan Kapal Perang Indonesia dan China yang Bikin Taiwan Marah
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menyatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi dari Indonesia mengenai rencana latihan Angkatan Laut gabungan di sebelah timur Taiwan yang diumumkan oleh China. Sementara Indonesia menggambarkan rencana kegiatan Angkatan Laut tersebut sebagai "Passing Exercises (Passex)" yang tidak bersifat tempur.
Kementerian Pertahanan Nasional China pada Selasa lalu menyatakan bahwa sebuah kapal Angkatan Laut China dan sebuah fregat Angkatan Laut Indonesia akan melakukan "latihan navigasi" di perairan sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus, dengan fokus pada latihan komunikasi dan pengisian perbekalan di laut.
Baca Juga: China dan Indonesia akan Gelar Latihan Militer Gabungan di Timur Taiwan, Taipei Murka
Dalam pernyataan yang dirilis Rabu pagi, MOFA mengatakan Taiwan segera menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengetahui lebih lanjut mengenai situasi tersebut dan meminta klarifikasi dari pihak Indonesia setelah China mengeklaim secara sepihak soal Indonesia akan berpartisipasi dalam latihan itu.
MOFA menyatakan bahwa Taiwan marah atas rencana latihan gabungan kapal perang China dan Indonesia. MOFA mengecam keras apa yang disebutnya sebagai perilaku China yang sewenang-wenang dan tidak bertanggung jawab, seraya mengatakan bahwa Beijing sekali lagi mengabaikan norma dan tanggung jawab internasional serta semakin meningkatkan ketegangan di kawasan."Di antara pihak-pihak di sepanjang rantai kepulauan pertama, hanya otoritas Beijing yang melakukan tindakan sepihak yang bersifat provokatif secara jahat dan tidak bertanggung jawab semacam itu, yang menciptakan ketidakamanan dan ancaman bagi kawasan," kata MOFA."Taiwan akan secara aktif menjaga kedaulatan dan hak-hak berdaulatnya di perairan sebelah timur Taiwan serta bekerja sama dengan mitra-mitra regional untuk memastikan kebebasan navigasi dan stabilitas kawasan," lanjut MOFA, tanpa merinci langkah apa yang akan diambilnya.
Penjelasan Indonesia soal Passex
Dalam sebuah pernyataan, Laksamana Pertama Tunggul, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), mengatakan bahwa fregat TNI AL akan melakukan Passing Exercises (Passex) dengan negara-negara di sepanjang rutenya saat kapal itu berlayar kembali ke Indonesia dari Vladivostok, Rusia.Fregat tersebut—KRI I Gusti Ngurah Rai-332—sebelumnya berada di Vladivostok untuk mengikuti Latihan Orruda 2026 bersama Angkatan Laut Rusia.
"Latihan Passing Exercise (Passex) ini bukan merupakan kegiatan tempur, melainkan tradisi Angkatan Laut universal yang dilakukan saat melintasi perairan negara lain," kata Tunggul dalam pernyataan tertulis.
"Kegiatan Passex ini juga merupakan bentuk interaksi persahabatan yang lazim dilakukan oleh Angkatan Laut di seluruh dunia sebagai wujud persaudaraan Angkatan Laut dan diplomasi maritim yang melibatkan kapal perang," imbuh dia.TNI Angkatan Laut juga menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia yang "bebas dan aktif" memungkinkan negara ini untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara mana pun, termasuk melaksanakan latihan Passex dengan sejumlah negara.
Pernyataan Tunggul tidak menyebutkan nama China maupun Taiwan secara spesifik, serta tidak merinci waktu atau lokasi pelaksanaan latihan Passex, termasuk apakah latihan akan digelar di perairan sebelah timur Taiwan.
Pengumuman dari Kementerian Pertahanan China pada hari Selasa juga tidak merinci lokasi atau durasi latihan secara pasti, ataupun seberapa jauh kapal-kapal yang berpartisipasi akan beroperasi dari Taiwan.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kedua Angkatan Laut dalam melaksanakan operasi gabungan, memperdalam kerja sama praktis, serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Taiwan—yang secara resmi bernama Republik China—dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, namun kedua pihak memiliki kantor perwakilan di ibu kota masing-masing serta menjalin hubungan ekonomi dan ketenagakerjaan yang luas.
Menurut statistik pemerintah Taiwan, nilai perdagangan bilateral mencapai USD11,27 miliar pada tahun 2025, sementara jumlah pekerja migran Indonesia di Taiwan tercatat lebih dari 335.000 orang pada akhir Juni 2026.








