Turki Gabung Koalisi Pertahanan Maritim Pimpinan Arab Saudi di Laut Merah
Turki pada hari Kamis (13/8/2026) untuk pertama kalinya mengonfirmasi keikutsertaannya dalam upaya pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional yang bertujuan menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah. Langkah ini akan menjadi tekanan bagi Houthi Yaman yang memblokade kapal-kapal Saudi di Laut Merah.
Pengumuman ini menandakan peningkatan kerja sama antara Arab Saudi dan Ankara setelah penandatanganan pakta trilateral antara negara-negara tersebut dan Pakistan di Mekkah pekan lalu.
"Atas undangan Arab Saudi, pertemuan teknis telah diselenggarakan di Riyadh pada tanggal 28 Juli untuk menjamin kebebasan navigasi melalui Selat Bab al-Mandab, yang kemudian diikuti pertemuan para kepala staf umum pada tanggal 30 Juli 2026," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional Turki.
Kementerian tersebut menambahkan Turki turut serta dalam pertemuan koordinasi lainnya mengenai pembentukan koalisi pertahanan maritim tersebut di Jeddah pada hari Kamis.
"Upaya terus dilakukan bersama pihak berwenang Arab Saudi untuk meredakan ketegangan di kawasan Teluk dan memastikan kelancaran arus perdagangan internasional," bunyi pernyataan itu.Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani pakta pertahanan pekan lalu yang mengikat ketiga negara tersebut untuk saling menjaga keamanan satu sama lain, termasuk kewajiban keamanan kolektif.
Sejumlah sumber yang berbasis di Ankara dan berbicara kepada Middle East Eye mengatakan mereka meyakini koalisi Laut Merah ini akan menjadi ranah pertama di mana aliansi antara Turki dan Arab Saudi semakin dipererat.
Arab Saudi bulan lalu mengumumkan pembentukan aliansi maritim yang melibatkan 13 negara untuk menjaga keamanan di Laut Merah.
Langkah ini diambil menyusul pernyataan kelompok Houthi pada tanggal 20 Juli bahwa mereka telah memberlakukan blokade maritim terhadap kerajaan tersebut, yang mengganggu pengiriman minyak yang dialihkan ke Laut Merah setelah penutupan Selat Hormuz.
Aliansi tersebut dilaporkan mencakup Arab Saudi, Turki, Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Komoro, Djibouti, Mesir, Yordania, Kuwait, Qatar, Somalia, dan Yaman.
Aliansi ini akan berkantor pusat di Riyadh.
Baca juga: Menlu Iran Araghchi Sebut AS Salah Perhitungan akibat Intelijen yang Buruk







