Helikopter Apache AS Jatuh, 2 Pilot Tewas
Dua pilot tewas setelah helikopter serang AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat jatuh di ladang di Texas tengah dan terbakar hebat. Kecelakaan itu memicu kebakaran lahan yang luas serta menyebabkan evakuasi di wilayah sekitarnya.
Helikopter yang berpangkalan di instalasi militer Fort Hood itu jatuh di dekat Salado sekitar pukul 13.35 waktu setempat pada hari Rabu (12/8/2026). Kabar itu menurut keterangan Angkatan Darat AS dan Kantor Sheriff Bell County. Kedua awak di dalamnya dipastikan tewas.
"Helikopter itu jatuh di ladang, dan terlihat jelas bahwa itu adalah kecelakaan yang sangat hebat," ujar juru bicara kantor sheriff, Cliff Coleman, kepada para wartawan.
Benturan tersebut memicu kebakaran rumput tak terkendali yang meluas hingga sekitar 100 ekar (sekitar 40 hektare).
Menurut Texas A&M Forest Service, sekitar 45 kebakaran telah berhasil dikendalikan pada pukul 17.00 waktu setempat. Pihak berwenang memerintahkan evakuasi di wilayah tersebut sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.
Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing yang terbakar berserakan di tanah yang hangus, sementara tim darurat berupaya memadamkan sisa-sisa api.
Menurut pihak berwenang setempat, tidak ada warga di darat yang terluka, dan helikopter tersebut tidak menabrak bangunan maupun struktur lainnya.
Helikopter Apache mampu membawa hingga 16 rudal Hellfire, 76 roket, dan 1.200 butir amunisi untuk meriam 30mm miliknya.
Angkatan Darat AS menyebut varian terbaru AH-64E sebagai helikopter serang mereka yang paling canggih, dan armada ini diperkirakan akan tetap beroperasi selama beberapa dekade mendatang.
Belum diketahui dari mana helikopter tersebut berasal ataupun ke mana tujuannya.
Baca juga: Aksi Trump Sembunyi di Truk Katering Mengejutkan, tapi Bagi Putin Itu Permainan Anak-anak








