8 Kapal Tanker Arab Saudi Dihantam Rudal Balistik Houthi, Riyadh: Tidak Ada Negosiasi

8 Kapal Tanker Arab Saudi Dihantam Rudal Balistik Houthi, Riyadh: Tidak Ada Negosiasi

Global | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:21
share

Kelompok Houthi Yaman pada hari Rabu mengklaim menghantam kapal tanker minyak Saudi, Wafaa, dengan beberapa rudal balistik di wilayah utara Laut Merah, lepas pantai Yanbu. Itu menjadikan 8 kapal Arab Saudi dihantam rudal balistik Houthi.

Juru bicara militer kelompok tersebut, Yahya Saree, mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa rudal-rudal itu menghantam kapal tanker tersebut "secara akurat."

Saree mengatakan serangan itu merupakan bagian dari apa yang disebut kelompok tersebut sebagai blokade maritim terhadap Arab Saudi dan strategi "blokade dibalas blokade."

Serangan tersebut menjadikan jumlah kapal tanker minyak Saudi yang disasar oleh kelompok itu mencapai delapan unit sejak blokade dimulai pada 22 Juli, ujarnya.

Saree juga mengklaim bahwa 29 kapal tanker minyak Saudi telah dicegah melintasi Laut Merah dan Laut Arab atau dipaksa untuk berbalik arah.

Ia mengatakan Arab Saudi telah mengalihkan rute kapal tanker minyaknya ke wilayah utara Laut Merah setelah kelompok tersebut berhasil menerapkan apa yang mereka gambarkan sebagai blokade dari Selat Bab al-Mandab.

Saree bersumpah bahwa kelompoknya akan melanjutkan dan meningkatkan serangan terhadap kapal tanker minyak Saudi di wilayah utara Laut Merah guna memblokir jalur akses maritim dan mencegah pelayaran mereka, "apa pun konsekuensinya."

Belum ada komentar segera dari pihak berwenang Saudi terkait klaim tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi marah besar dengan provokasi Houthi. Tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara milisi Houthi Yaman dan Arab Saudi, ungkap seorang sumber Saudi kepada Al Arabiya pada hari Selasa.Sumber tersebut membantah adanya pembicaraan yang berlangsung di Muscat, Oman, ataupun melalui mediator lainnya.

Sejumlah laporan media—termasuk yang terbaru dari Bloomberg—mengisyaratkan bahwa Arab Saudi sedang melakukan pembicaraan dengan Houthi melalui Oman guna meredam eskalasi terkini, khususnya di Laut Merah.

Riyadh telah mengecam keras pernyataan juru bicara militer Houthi yang menuduh Kerajaan tersebut memberlakukan blokade terhadap rakyat Yaman dan membatasi navigasi maritim.

Arab Saudi telah lama menegaskan bahwa perdamaian di Yaman tidak akan tercapai melalui slogan atau manuver politik, melainkan melalui komitmen tulus yang menempatkan kepentingan Yaman dan rakyatnya di atas segalanya, sembari menolak kekerasan, agenda asing, dan pengaruh luar yang telah memperpanjang konflik serta memperparah penderitaan jutaan orang.

Topik Menarik