Volvo Uji Truk 60 Ton di Tambang Nikel, Bidik Efisiensi Operasional 10,3
Volvo Trucks Indonesia menyiapkan FMX Edge dengan gross vehicle weight (GVW) hingga 77 ton dan kapasitas muatan mencapai 60 ton untuk diuji coba di tambang nikel Indonesia. Kendaraan tersebut ditargetkan meningkatkan produktivitas pengangkutan material sekaligus berpotensi menekan biaya operasional sekitar 10,3.
"Dengan muatan yang lebih besar, produktivitas dan efisiensinya akan lebih besar," kata Direktur CV&HE Indomobil Group Bambang Prijono SP dikutip pada Jumat (18/9/2026).
Lihat Foto: Volvo Trucks Luncurkan FMX Edge untuk Dukung Operasi Pertambangan
FMX Edge diperkenalkan Indomobil Group CV & HE bersama Volvo dalam Mining Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Uji coba di tambang nikel akan menjadi tahap awal sebelum perusahaan mempertimbangkan pemasaran kendaraan tersebut secara lebih luas pada 2027.
Bambang mengatakan lokasi tambang yang menjadi tempat pengujian belum ditetapkan untuk diumumkan, sementara Volvo juga belum menentukan target penjualan. Hasil uji lapangan akan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran berikutnya.
Berdasarkan kalkulasi internal Volvo, kapasitas angkut yang lebih besar dapat meningkatkan efisiensi biaya karena satu kendaraan mampu membawa lebih banyak material dalam satu perjalanan tanpa penambahan jumlah pengemudi maupun mesin. "Total biaya operasionalnya bisa hemat sekitar 10,3 karena muatannya lebih banyak, sementara pengemudi dan mesinnya tetap satu," ujarnya.Efisiensi menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan Volvo di tengah persaingan kendaraan angkut tambang, termasuk dengan produsen asal China. Selain harga pembelian, perusahaan melihat biaya operasional seperti konsumsi bahan bakar dan perawatan turut menentukan biaya pengangkutan setiap ton material.Baca Juga:Kadin Dorong Industri Tambang Percepat Adopsi AI dan Elektrifikasi
FMX Edge menggunakan bahan bakar diesel D5 yang dinilai masih relevan untuk sebagian besar kegiatan pertambangan di Indonesia. Sementara itu, penerapan kendaraan listrik untuk angkutan berat masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan ketersediaan energi, terutama di lokasi tambang yang belum memiliki sumber listrik memadai.
Terkait layanan purnajual, Volvo memiliki gudang suku cadang di Balikpapan dan populasi truk FMX yang telah beroperasi di Indonesia disebut melampaui 2.000 unit.
"Dengan ketersediaan suku cadang, otomatis tingkat keterpakaian truk akan tinggi," ujar Bambang.









