Warren Buffett Mundur dari Ketua Berkshire Hathaway, Digantikan Putranya
Warren Buffett mengundurkan diri dari posisi Ketua Berkshire Hathaway dan beralih menjadi ketua emeritus, sementara putranya, Howard Buffett, ditunjuk untuk menggantikannya. Pergantian tersebut berlaku segera, sekitar sembilan bulan setelah Greg Abel mengambil alih posisi CEO dari Buffett.
"Budaya yang dibangun Warren dan nilai-nilai yang selama ini dijunjungnya akan tetap menjadi inti Berkshire, dan Howard akan menjadi penjaganya," kata CEO Berkshire Hathaway Greg Abel dalam keterangan resmi perusahaan dikutip dari Reuters, Jumat (19/9/2026).
Baca Juga:Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Howard Buffett, yang telah menjadi anggota dewan direksi Berkshire sejak 1993, tidak akan menjalankan peran manajemen operasional sebagai ketua. Tanggung jawab utamanya adalah menjaga budaya perusahaan yang menekankan kesederhanaan, kejujuran, perlakuan adil, serta pemberian kewenangan kepada para manajer untuk mengelola operasional bisnis sehari-hari.
Buffett, 96 tahun, telah memimpin Berkshire sejak 1965 dan dikenal berhasil mengubah perusahaan tekstil yang mengalami kemunduran menjadi konglomerasi dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar USD1,1 triliun. Filosofi investasinya yang mengutamakan orientasi jangka panjang dan disiplin dalam alokasi modal turut memengaruhi generasi investor dan pemimpin perusahaan."Waktu selalu menang. Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya," tulis Buffett dalam surat kepada para pemegang saham pada Jumat, merujuk pada perjalanan panjangnya bersama Berkshire. Meskipun beralih menjadi ketua emeritus, Buffett tetap menjadi anggota dewan direksi dan akan terus memberikan pandangan serta pertimbangannya kepada perusahaan.Berkshire Hathaway menaungi berbagai bisnis, termasuk perusahaan asuransi kendaraan Geico, perusahaan kereta api BNSF, serta perusahaan di sektor energi dan industri, termasuk jaringan es krim Dairy Queen. Perusahaan juga memiliki portofolio saham dan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) senilai ratusan miliar dolar AS.
Baca Juga:AI Bisa Sangat Berbahaya dari Nuklir, Warren Buffett: Jin Sudah Keluar dari Botolnya
Pada kuartal II 2026, laba operasional Berkshire meningkat 16 menjadi USD12,98 miliar, melampaui perkiraan analis. Laba bersih perusahaan lebih dari dua kali lipat menjadi USD25,67 miliar, termasuk keuntungan dan kerugian yang belum terealisasi dari kepemilikan sahamnya.
Pergantian kepemimpinan ini melanjutkan proses suksesi yang telah diumumkan Buffett pada Mei 2025. Brian Jacobsen, kepala strategi ekonomi di Annex Wealth Management, menilai transisi tersebut merupakan penyelesaian dari persiapan suksesi yang telah berlangsung lama, bukan perubahan kepemimpinan secara mendadak.










