Kemenkeu Bicara Nasib Utang Whoosh usai Pencopotan Purbaya, Dibebankan APBN?

Kemenkeu Bicara Nasib Utang Whoosh usai Pencopotan Purbaya, Dibebankan APBN?

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 18 September 2026 - 19:47
share

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan perkembangan terbaru proses pengalihan saham dan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) kepada pemerintah. Kemenkeu memastikan skema pengalihan yang tengah difinalisasi tersebut tidak akan melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan telah dibahas secara detil, tentunya ini diharapkan tidak melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga:Purbaya Dicopot, Suahasil: Saya Ditelepon Tadi Pagi untuk Pelantikan

Evita menjelaskan proses pengalihan tersebut masih memerlukan pemetaan sejumlah aspek agar dapat dilaksanakan secara terencana dan tidak mengganggu operasional proyek Whoosh. Aspek yang dikaji mencakup kondisi finansial, bisnis, operasional, hingga aspek hukum.

"Kita saat ini juga supaya pengalihan nanti berjalan dengan terencana, tepat dan juga bisa operasional, tentu diperlukan untuk pemetaan beberapa aspek antara lain finansial, aspek bisnis, operasional, dan tentu hukumnya," ujarnya.

Kemenkeu saat ini juga melakukan uji tuntas (due diligence) dan penilaian (valuation) terhadap nilai saham PSBI yang akan dialihkan kepada pemerintah. Bersamaan dengan itu, pemerintah tengah menyiapkan landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) untuk mendukung proses pengalihan tersebut.Evita mengatakan koordinasi dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus dilakukan guna memastikan proses transisi kepemilikan dan pengelolaan kewajiban berjalan lancar. "Paling penting adalah koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara terus dilakukan," ujar Evita.

Baca Juga:Tak Lagi Urus Utang Whoosh usai Lepas Jabatan Menkeu, Purbaya: Alhamdulillah Selamat

Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan proses pengalihan tersebut rampung pada 15 September 2026. Dalam skema yang dirancang, porsi kewajiban utang PSBI akan dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.

Sebagai informasi, PSBI menguasai 60 saham PT KCIC sebagai perwakilan konsorsium Indonesia, sedangkan 40 saham lainnya dimiliki konsorsium BUMN China. Dengan selesainya pengalihan saham PSBI kepada pemerintah, porsi kepemilikan Indonesia dalam proyek Whoosh akan berpindah kepada pemerintah melalui Kemenkeu.

Topik Menarik