Challenge Hafalan Alquran Dapat Miras Dilaporkan ke Bareskrim, Dinilai Menista Agama

Challenge Hafalan Alquran Dapat Miras Dilaporkan ke Bareskrim, Dinilai Menista Agama

Terkini | inews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:33
share

JAKARTA, iNews.id – Challenge hafalan Ayat Suci Alquran Ad-Dhuha untuk mendapatkan hadiah minuman keras (miras) gratis dalam acara konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut), diadukan ke Bareskrim Polri. Aduan tersebut dilayangkan sejumlah advokat yang tergabung dalam Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI), Selasa (11/8/2026).

Ketua ALMI, Zainul Arifin menilai challenge tersebut tidak dapat dianggap sekadar sebagai bagian dari hiburan. Menurutnya, aksi tersebut telah masuk dalam ranah dugaan penistaan agama.

"Menurut hemat kami jelas-jelas melakukan penistaan agama. Persoalan ini bukan yang remeh temeh, karena MUI juga sudah bersuara, teman-teman lintas agama juga sudah bersuara, yang notabene mengecam tindakan seperti ini," kata Zainul di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.

Dia berharap kepolisian dapat mengusut laporan dugaan penistaan agama tersebut secara tuntas. Zainul menilai proses penegakan hukum penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Karena kita tahu pasti ada orang-orang besar di balik apa peristiwa ini. Kita tahu orang-orang yang bermain dalam hal alkohol ini tidak mungkin orang kecil. Maka dari itu, kami datang untuk mengawal penegakan hukum," ujarnya.

Sementara itu, anggota ALMI lainnya, Abdul Hakim meminta polisi memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pelaksanaan challenge tersebut.

Dia menyebut pihak yang perlu diperiksa antara lain penyelenggara acara atau event organizer (EO), master of ceremony (MC), hingga pihak tenant atau pemilik merek minuman keras yang memberikan hadiah dalam challenge tersebut.

"Kita ingin semua yang terlibat dalam konteks ini, yang terlibat baik MC, baik event organizer, dan yang punya merek alkohol tadi itu. Semua yang terlibat harusnya memang dipanggil oleh, oleh penyidik," tuturnya.

Sebelumnya, media sosial ramai membahas video challenge yang diduga dibuat oleh salah satu brand minuman beralkohol. Dalam video tersebut, peserta disebut mendapatkan hadiah minuman beralkohol setelah mampu menghafalkan Surat Ad-Dhuha.

Video itu salah satunya diunggah melalui akun Instagram Ustaz Dr. Hilmi Firdausi, @hilmi.firdausi. Dalam potongan video, terlihat seorang perempuan mengikuti tantangan di booth brand minuman beralkohol.

Perempuan tersebut membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga selesai tanpa terlihat terputus. Setelah hafalannya selesai, sejumlah sales dan laki-laki yang berada di sekitar booth terdengar bersorak.

Pembawa acara di booth kemudian menanyakan identitas perempuan tersebut. Dia juga menanyakan jenis minuman yang diinginkan perempuan tersebut.

Di tengah derasnya kecaman, The Sounds Project mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.

Melalui pernyataan resminya, The Sounds Project mengaku membutuhkan waktu sebelum memberikan klarifikasi. Pihak penyelenggara mengatakan kejadian tersebut melibatkan banyak pihak, sehingga mereka perlu memastikan fakta yang sebenarnya sebelum mengambil sikap.

“Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan,” tulis The Sounds Project, dikutip Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, Newport selaku brand miras yang dilibatkan dalam challenge tersebut juga telah buka suara. Manajemen Newport menegaskan aktivitas membaca Alquran tersebut bukan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh brand.

Menurut pihak Newport, aksi tersebut muncul secara spontan dari salah seorang pengunjung yang berada di lokasi.

“Kami perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” tulis manajemen Newport dalam pernyataan resminya.

Penjelasan Newport tersebut sejalan dengan keterangan MC yang bertugas di booth saat kejadian, Ega.

Dia mengungkap seorang pengunjung tiba-tiba mengambil alih mikrofon miliknya ketika acara memasuki jeda. Pengunjung tersebut kemudian membuat sayembara kepada pengunjung lainnya untuk melafalkan salah satu surat dalam Alquran.

Ega mengakui lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut setelah mengetahui adanya sayembara. Dia juga menegaskan pihak brand tidak memiliki sangkut paut dengan aksi tersebut.

Topik Menarik