Megawati Soroti 1 Juta Lulusan S1-S3 Menganggur, Minta Kader PDIP Bedah Akar Masalah

Megawati Soroti 1 Juta Lulusan S1-S3 Menganggur, Minta Kader PDIP Bedah Akar Masalah

Terkini | inews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:35
share

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri menyoroti persoalan pengangguran di kalangan tenaga terdidik di Indonesia. Dia meminta Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP membedah akar persoalan tersebut sekaligus mencari solusinya.

Hal itu disampaikan Megawati saat melantik pengurus BARAK Pusat PDIP masa bakti 2025–2030, Selasa (11/8/2026). Andi Widjajanto kembali dipercaya memimpin BARAK yang antara lain bertugas membangun pusat data partai, melakukan kajian terhadap proses legislasi nasional, merumuskan kebijakan berbasis ideologi kerakyatan, serta menyiapkan evaluasi dan transformasi organisasi partai.

Dalam pengantarnya sebelum pembacaan janji jabatan Andi dan jajaran, Megawati menekankan pentingnya riset berbasis sains dalam tubuh partai politik. Menurutnya, partai politik membutuhkan pijakan riset yang matang dalam menjalankan gerak organisasinya.

“Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains,” kata Megawati, Selasa (11/8/2026).

Megawati kemudian menyoroti kondisi tenaga terdidik di Indonesia yang masih menghadapi persoalan dalam mendapatkan pekerjaan. Dia mengaku prihatin dengan informasi mengenai tingginya jumlah orang berpendidikan yang belum memiliki pekerjaan.

“Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu,” ujarnya.

Megawati meminta persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi jumlah, tetapi juga ditelusuri penyebab dan faktor yang membuat tenaga terdidik kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Menurut dia, keberadaan BARAK harus dapat menjadi instrumen bagi PDIP untuk melakukan kajian terhadap berbagai persoalan bangsa. Karena itu, badan riset tersebut diminta menghasilkan kajian yang dapat memberikan gambaran mengenai masalah sekaligus kemungkinan solusinya.

Selain BARAK, Megawati turut melantik sejumlah organisasi sayap PDIP. Di antaranya Taruna Merah Putih (TMP) yang dipimpin Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani sebagai Ketua Umum serta Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

Dalam pengarahan kepada pengurus yang baru dilantik, Megawati meminta seluruh kader dan organisasi sayap serta badan partai tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.

"Saya ingin menitipkan satu pesan yang sangat penting kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu. Dan sumber kekuatan kita adalah rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat. Dengarkan suara rakyat," tuturnya.

"Rasakan denyut kehidupan rakyat. Hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Berdiri bersama rakyat ketika rakyat membutuhkan pembelaan. Sebab, Partai yang kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri," ucap Megawati menutup pengarahannya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan pimpinan organisasi sayap dan badan partai merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal PDIP.

Menurut Hasto, organisasi sayap dan badan partai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kedisiplinan organisasi, memperkuat kaderisasi, sekaligus memastikan seluruh elemen partai aktif turun dan bekerja bersama masyarakat.

“Organisasi sayap dan badan partai agar fokus mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan gerak langkahnya dengan struktur partai,” kata Hasto.

Hasto menekankan organisasi sayap bukan sekadar kelengkapan struktur partai. Keberadaannya diharapkan dapat memperluas jangkauan kerja kerakyatan PDIP sekaligus menjadi ruang kaderisasi sesuai bidang dan basis sosial masing-masing.

Sementara badan partai, khususnya BARAK, diharapkan memperkuat tradisi pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan berbasis data, riset, serta analisis terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

Diketahui, data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat pengangguran berlatar belakang D4/S1 hingga S3 mencapai 1.033.182 orang per Mei 2026.

Topik Menarik