Bidik Nomor 1 Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia, Indonesia Berambisi Geser AS

Bidik Nomor 1 Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia, Indonesia Berambisi Geser AS

Ekonomi | sindonews | Rabu, 4 November 2026 - 21:55
share

Indonesia membidik posisi sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia dengan menggeser Amerika Serikat (AS). Ambisi tersebut didukung oleh potensi sumber daya panas bumi Indonesia yang melimpah serta komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani mengatakan, saat ini Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam produksi panas bumi setelah Amerika Serikat. Namun, dia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dunia dalam sektor energi panas bumi.

"Saat ini Indonesia kita nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat. Jadi untuk menuju sana apakah bisa? Ya bisa, potensinya sudah ada, tidak ada isu, tidak ada isu terkait dengan resource potential sudah banyak," ujar Ahmad dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Tarif, Infrastruktur, dan Insentif Jadi Tiga Pekerjaan Rumah Investasi Panas Bumi

Menurut Ahmad, besarnya potensi sumber daya panas bumi menjadi modal utama Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi. Terlebih, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau, pemerintah telah mengalokasikan porsi pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 5,2 gigawatt (GW).

"Nah ke depannya, momen 100 tahun ini bukan hanya sebagai momen sejarah, tapi saatnya kita memperlihatkan kepada dunia bahwasannya kita itu bisa menjadi leaders dalam pengembangan panas bumi," katanya.

Untuk mendukung ambisi tersebut, PGE terus mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis, di antaranya Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8. Baca Juga: Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi

Melalui pengembangan proyek-proyek tersebut, perseroan menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1 GW pada 2028, meningkat dari posisi saat ini sebesar 727 megawatt (MW). Selanjutnya, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034."Target kita tahun 2028 menjadi 1 gigawatt dari 727 megawatt saat ini. Kemudian di tahun 2034 kita akan menjadi 1,8 gigawatt. Nah itu target kita dan pemerintah sendiri melalui Ditjen EBTKE memiliki target. Dalam artian tahun 2030 menjadi nomor satu di dunia," jelasnya.

Ahmad menambahkan, PGE juga memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai world geothermal center of excellence atau pusat keunggulan panas bumi dunia. Menurutnya, Indonesia yang memiliki potensi panas bumi sangat besar seharusnya dapat menjadi pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, dan industri panas bumi global.

"Strategi growth kita itu bukan kaleng-kaleng, tapi sudah ada rencananya, ada upaya untuk menuju ke sana dengan target visi kita ke depan itu menjadi world geothermal center of excellence," sambungnya.

Di sisi lain, Ahmad menilai percepatan pengembangan panas bumi membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, terutama terkait kepastian keekonomian proyek dan investasi. Untuk itu, PGE tengah melakukan advokasi kepada pemerintah agar merevisi ketentuan tarif panas bumi dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

Perseroan mengusulkan adanya penyesuaian tarif serta penerapan skema feed-in tariff untuk memberikan kepastian investasi bagi pengembang panas bumi. "Dengan adanya revisi tarif dan skema feed-in tariff jadi ada kepastian investasi, sehingga saya yakin dengan adanya terobosan ini nantinya akan terjadi percepatan dari milestone rencana growth-nya PGE dan geothermal Indonesia," katanya.

Adapun dari sisi operasional, PGE mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari-September 2026 dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation). Produksi tersebut meningkat 9,79 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian itu juga menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan atau all-time high. Selain itu realisasi produksi listrik panas bumi PGE tersebut telah mencapai 108,22 dari target yang ditetapkan sebesar 3.801 GWh hingga September 2026.

Topik Menarik