Jaga Pasokan Listrik, Dirut PLN Pastikan Kesiapan PLTGU Tambak Lorok
JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah, memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.697 megawatt (MW). Pembangkit yang dikelola PT PLN Indonesia Power tersebut menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan di Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri.
Kapasitas pembangkit dan kesiapan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Karena itu, pengelolaan PLTGU Tambak Lorok perlu didukung pemeliharaan pembangkit, peningkatan efisiensi, serta koordinasi antarsatuan kerja di lingkungan PT PLN (Persero).
Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar meninjau kesiapan operasional PLTGU Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi operasional pembangkit dan memastikan kesiapan fasilitas dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan.
Dalam kegiatan tersebut, Suroso didampingi Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power Daniel Eliawardhana, Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power Agung Siswanto, General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi, serta General Manager UIP JBT Kishartano Purnomo Putro.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, kesiapan operasional, kompetensi sumber daya manusia, dan efisiensi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pembangkit.
Menurut dia, pengelola pembangkit perlu menjaga kinerja fasilitas sekaligus menyesuaikan pengelolaan operasional dengan perkembangan kebutuhan listrik.
“Bagi PLN Indonesia Power, menjaga keandalan pembangkit bukan hanya tentang memastikan mesin beroperasi dengan baik, tetapi juga menjalankan tanggung jawab untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Kami terus memperkuat kesiapan operasional, meningkatkan efisiensi, serta mendorong transformasi energi secara bertahap dan terukur, dengan tetap menjadikan keandalan pasokan listrik sebagai prioritas,” ujar Bernadus, Rabu (4/11/2026).
Sementara itu, pengelolaan pembangkit berbasis gas dan uap menjadi salah satu bagian dari sistem penyediaan listrik yang harus memperhatikan keandalan peralatan, efisiensi penggunaan energi, dan kebutuhan sistem kelistrikan.
PLTGU Tambak Lorok merupakan salah satu pembangkit strategis di Jawa Tengah. Dengan kapasitas terpasang 1.697 MW, pembangkit ini memiliki peran dalam mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
Pengelolaan pembangkit juga berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional. Selain memastikan kesiapan fasilitas pembangkit, pengelolaannya perlu memperhatikan efisiensi operasional dan perkembangan kebijakan transisi energi.









