PGEO Targetkan Proyek Data Center Berbasis Energi Hijau Terealisasi Akhir 2026
IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan pengembangan bisnis pusat data atau data center berbasis energi hijau terealisasi pada akhir 2026 atau paling lambat kuartal I-2027.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy Edwil Suzandi mengatakan, perseroan tengah menyelesaikan dua kajian utama untuk mendukung rencana tersebut.
Keduanya meliputi revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta kajian keseimbangan pasokan listrik apabila PGEO menyalurkan listrik secara langsung kepada pengelola data center.
“Harapannya adalah ini bisa selesai di akhir tahun atau kuartal I-2027, sehingga bisa kita lanjut ke step berikutnya,” ujarnya dalam media briefing laporan keuangan kuartal III-2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Selain mempersiapkan aspek regulasi dan teknis, PGEO mulai menjajaki kerja sama komersial dengan sejumlah pelaku industri data center. Edwil mengungkapkan, perseroan tengah melakukan pembicaraan intensif dengan sejumlah calon pembeli listrik atau offtaker.
Menurut dia, PGEO ingin mengambil peran sebagai pemasok listrik secara langsung (direct electrification) bagi industri data center dengan memanfaatkan energi bersih. Skema tersebut diharapkan dapat menjadi peluang baru bagi perseroan, mengingat belum ada data center di Indonesia yang secara langsung menggunakan pasokan listrik dari energi bersih melalui skema tersebut.
“Jadi harapannya secara regulasi terpenuhi, secara komersial bisa kami capai. Tapi peran PGEO di sini adalah sebagai direct elektrifikasi untuk data center. Jadi hari ini data center yang langsung disuplai pakai energi bersih itu tidak ada di Indonesia,” tuturnya.
Adapun pasokan listrik untuk kebutuhan data center tersebut direncanakan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.
Saat ini, Kamojang menjadi kontributor produksi listrik terbesar PGEO dengan kapasitas terpasang 235 megawatt (MW) dan produksi mencapai 1.438 gigawatt hour (GWh).
Pembangkit ini juga mencatatkan tingkat faktor kapasitas sebesar 93,71 persen, dengan pertumbuhan produksi 8,3 persen secara tahunan (yoy).
(DESI ANGRIANI)









