Tren Kopi Rendah Gula dan Susu Nabati Buka Peluang Bisnis Baru
Tren gaya hidup sehat yang mendorong konsumen memilih minuman rendah gula dan alternatif pengganti susu sapi membuka peluang inovasi produk bagi industri kopi dan minuman (coffee and beverages) di Indonesia. Perubahan preferensi tersebut mendorong pelaku usaha makanan dan minuman untuk menyesuaikan formulasi produk agar tetap menarik sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen.
"Ellenka Professional memahami concern konsumen saat ini yang memerlukan alternatif ngopi lebih sehat namun tetap enak. Melalui produk kami FiberCreme dan Ellenka Barista Series Coconut Milk, kami memfasilitasi pelaku usaha makanan dan minuman untuk memberikan alternatif yang lebih rendah gula dan aman bagi penderita intoleransi laktosa," kata Chief Commercial Officer LNK Juwono Hartanto dalam keterangan pers, Senin (2/11/2026).
Baca Juga:Mengurangi Konsumsi Kafein Bisa Turunkan Tekanan Darah? Ini Penjelasannya
Juwono menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bertajuk Consumer Trend: Rising Healthier Alternative pada hari ketiga Ellenka Barista Festival (ELBAF) 2026. Diskusi tersebut juga menghadirkan Founder Dr.Ells Coffee Roaster Enrico Himawan Saputra dan juri bersertifikat World Coffee Competition sekaligus salah satu pendiri Jacoweek, Hendri Kurniawan, yang membahas perubahan preferensi konsumen serta peluang pengembangan produk minuman.
Enrico mengatakan konsumen mulai memperhatikan kandungan gula dan bahan baku dalam minuman yang dikonsumsi, termasuk mencari alternatif susu sapi. Menurut dia, perubahan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan menu yang sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti yang dilakukan Dr.Ells Coffee Roaster melalui kreasi minuman dengan pengurangan kadar gula.
Sementara itu, Hendri menilai tren minuman rendah gula dan penggunaan bahan berbasis nabati (plant-based) telah berkembang di pasar kopi global maupun domestik. Di Indonesia, tren tersebut semakin terlihat di kalangan masyarakat perkotaan dan generasi muda, sehingga barista serta pelaku usaha perlu berinovasi dalam meracik minuman yang lebih sehat tanpa mengabaikan cita rasa.
Perubahan preferensi konsumen tersebut juga mendorong produsen bahan baku untuk menghadirkan solusi bagi pelaku usaha. Produk alternatif krimer dan santan atau susu kelapa untuk kebutuhan barista menjadi salah satu pilihan yang dapat dikembangkan untuk memperluas variasi menu, dengan tetap memperhatikan komposisi dan kebutuhan konsumen.
Baca Juga:5 Pemanis Kopi Alternatif Gula Pasir, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya
Selain diskusi industri, ELBAF 2026 pada hari ketiga menghadirkan Market Challenge, kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam membaca pasar melalui penjualan minuman kreasi secara langsung kepada pengunjung. Sebanyak 18 peserta yang lolos dari babak sebelumnya dibagi menjadi enam tim, masing-masing terdiri atas tiga orang, untuk membuka stan dan menjual minuman menggunakan sistem token.
Dari hasil penjualan tersebut, tiga tim terpilih melaju ke babak final. Tantangan ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta tidak hanya dalam menciptakan produk minuman, tetapi juga dalam memahami preferensi konsumen dan menerapkan strategi pemasaran sebagai bagian dari pengembangan bisnis kopi dan minuman.










