RMKO Raih Laba Rp48,6 Miliar di Kuartal III-2026, Kinerja Berbalik Positif

RMKO Raih Laba Rp48,6 Miliar di Kuartal III-2026, Kinerja Berbalik Positif

Ekonomi | sindonews | Senin, 2 November 2026 - 20:24
share

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) membukukan laba bersih Rp48,6 miliar pada kuartal III 2026, berbalik dari tekanan kinerja sebelumnya seiring peningkatan volume angkutan batu bara dan aktivitas konstruksi. Secara kumulatif Januari-September 2026, pendapatan perseroan tumbuh 57,4 secara tahunan menjadi Rp345,3 miliar, sedangkan laba bersih berbalik positif menjadi Rp1,2 miliar dari rugi Rp51,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami akan terus mendukung implementasi investasi grup pada hauling road ini, dengan menambah konektivitas ke tambang-tambang potensial dan meningkatkan kekuatan jalan dengan chip seal untuk mendukung fase pertumbuhan volume berikutnya," kata Direktur Operasional RMKO Daniel Yosa dalam keterangan pers, Senin (2/11/2026).

Baca Juga:Kinerja Solid, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Rp27,5 Triliun

RMKO mencatat pendapatan usaha sebesar Rp164,1 miliar pada kuartal III 2026, meningkat 32,8 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pertumbuhan pendapatan ditopang segmen konstruksi yang naik 130,9 menjadi Rp143,7 miliar, jasa rental meningkat 50,1 menjadi Rp98,8 miliar, serta jasa pertambangan tumbuh 12,5 menjadi Rp102,8 miliar.

Dari sisi operasional, volume hauling pada kuartal III 2026 melonjak 138,5 secara tahunan menjadi 578,7 ribu ton, sedangkan volume train loading naik 77,9 menjadi 994,8 ribu ton. Secara kumulatif Januari-September 2026, volume hauling mencapai 1,1 juta ton atau meningkat 122,4, sementara volume train loading mencapai 2,3 juta ton atau tumbuh 155,9.

Peningkatan aktivitas tersebut turut mendongkrak EBITDA kuartal III 2026 sebesar 225,6 secara tahunan menjadi Rp74,8 miliar, dengan margin 45,6. Secara kumulatif, EBITDA mencapai Rp59,4 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp9,3 miliar pada Januari-September 2025.

Direktur Keuangan RMKO Elbert mengatakan model layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir memungkinkan perseroan memperoleh sumber pendapatan berurutan dari volume batu bara yang sama. Sepanjang 2026, RMKO telah melayani enam tambang, yakni Duta Bara Utama, Cakrawala Pratama Manunggal, Sahala Bara Lestari, Ulima Nitra, Sinar Wijaya Energi, dan Tiga Putri Bersaudara. Perseroan berharap pertumbuhan berlanjut seiring perluasan layanan tambang, dengan tetap mencermati kejelasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) serta kebijakan ekspor.

Baca Juga:Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Dari sisi keuangan, total aset RMKO per kuartal III 2026 meningkat 10,6 dibandingkan akhir 2025 menjadi Rp616,2 miliar, sedangkan liabilitas turun 14,2 menjadi Rp325,1 miliar. Utang finansial menyusut 40,6 menjadi Rp56,7 miliar dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) membaik dari 0,54 kali menjadi 0,19 kali, jauh di bawah batas maksimum perjanjian kredit sebesar 2,5 kali.

Penguatan ekuitas tersebut didukung penyelesaian penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) pada 21 Juli 2026 yang menghimpun dana Rp114,3 miliar melalui penerbitan 326.712.095 saham dengan harga Rp350 per saham. Dari total dana tersebut, pemegang saham utama PT RMK Investama menyerap hak senilai Rp108 miliar, sedangkan partisipasi publik mencapai Rp6,3 miliar, yang digunakan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung kegiatan operasional perseroan.

Topik Menarik