Partai Komunis China Janji Awasi Ketat Pejabat dan Keluarganya, Termasuk Kekayaan

Partai Komunis China Janji Awasi Ketat Pejabat dan Keluarganya, Termasuk Kekayaan

Global | sindonews | Senin, 2 November 2026 - 14:55
share

Partai Komunis China (CCP) akan memperketat pengawasan terhadap para pejabat dan keluarganya. Pengawasan ini mencakup pemeriksaan aset kekayaan dan aktivitas di dunia maya.

Komitmen pengawasan itu muncul dalam resolusi partai yang dirilis pada hari Minggu.

Baca Juga: Bersih-bersih Ala Xi Jinping: Pecat 33 Pejabat China yang Korupsi, Termasuk Jenderal Tertinggi

Dokumen dari Komite Sentral CCP yang memiliki kekuasaan besar itu diterbitkan kantor berita pemerintah Xinhua setelah sidang pleno tahunan yang digelar pekan ini di Beijing. Sidang tersebut berfokus pada tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi.

Presiden Xi Jinping telah melancarkan tindakan keras terhadap korupsi selama lebih dari satu dekade berkuasa. Langkah tersebut telah menjerat ribuan pejabat dan menyingkirkan puluhan anggota Komite Sentral yang berpengaruh, serta sejumlah petinggi militer.

Resolusi yang dirilis pada Minggu itu menguraikan arah kebijakan partai dan menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap para pejabat.“Dimulai dari pejabat tinggi, kami akan memperketat pengelolaan secara menyeluruh dan pengawasan rutin terhadap para pejabat, dengan menerapkan persyaratan ketat sepanjang perjalanan karier mereka,” demikian bunyi resolusi tersebut.

“Pejabat yang memiliki kekayaan keluarga dan pengeluaran jauh melampaui pendapatan normal mereka akan diperiksa, dan verifikasi terkait akan dilakukan,” lanjut isi resolusi itu.

Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa aktivitas bisnis pasangan dan anak-anak pejabat akan mendapat pengawasan lebih ketat.

“Kami akan mengatur perilaku anggota Partai di dunia maya dengan lebih baik,” imbuh dokumen tersebut.

Lebih lanjut, resolusi itu menyatakan bahwa partai akan memberantas praktik korupsi yang dilakukan melalui mata uang virtual dan teknologi blockchain.Menurut laporan Xinhua, Senin (2/11/2026), sidang pleno yang berakhir pada Kamis lalu telah mengadopsi keputusan mengenai “pemajuan tata kelola partai secara menyeluruh dan ketat”, yang mencakup upaya mengurangi korupsi di kalangan kader.

Media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi bahwa 33 tokoh penting lainnya telah disingkirkan dari jabatan atau keanggotaan partai. Mereka termasuk mantan anggota Politbiro Zhang Youxia, yang pernah menjadi jenderal berpangkat tertinggi di China.

Para pendukung kebijakan tersebut mengatakan pemberantasan korupsi di China bertujuan mendorong pemerintahan yang bersih. Namun, sejumlah analis menilai langkah-langkah itu bertujuan membuka jalan bagi Xi untuk memperpanjang masa kekuasaannya dalam Kongres Partai yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2027.

Resolusi Komite Sentral turut menyerukan peningkatan efektivitas demokrasi internal partai dengan menyediakan lebih banyak saluran bagi anggota untuk menyampaikan pendapat serta mendorong mereka agar “berbicara secara terbuka”.

“Kita harus mempertahankan dan menyempurnakan sistem pelaksanaan demokrasi internal partai, menghormati posisi utama anggota Partai, serta melindungi hak-hak demokratis mereka,” imbuh bunyi resolusi tersebut.

Topik Menarik